Ekonomi

BLT Subsidi Gaji Rp2,4 Juta Bakal Dicairkan Lagi, Ingat Jadwalnya!

Kemnaker mengupayakan pencairan BSU atau BLT subsidi gaji sebesar Rp2,4 juta dilakukan setelah mendapat persetujuan dari Kemenkeu


BLT Subsidi Gaji Rp2,4 Juta Bakal Dicairkan Lagi, Ingat Jadwalnya!
Ilustrasi- BLT Subsidi Gaji (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Bantuan Subsidi Upah (BSU) atau BLT subsidi gaji bagi pekerja bergaji di bawah Rp5 juta per bulan tahun ini diputuskan untuk tidak dilanjutkan. Hanya saja masih ada sisa anggaran BLT subsidi gaji 2020 yang belum 100% dicairkan.

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengupayakan pencairan BSU atau BLT subsidi gaji 2020 dengan besaran Rp2,4 juta dilakukan setelah mendapat persetujuan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Direktur Kelembagaan Kerja sama Hubungan Industrial (KKHI) Kemnaker, Aswansyah mengatakan tahapannya mendapatkan persetujuan dari Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Jika sudah maka akan segera dicairkan kepada para pekerja yang belum menerima BLT gaji pada tahun lalu.

Menurut dia, pembagian BLT subsidi gaji tersebut akan dicairkan sekitar bulan Juni-Juli 2021. Namun demikian, penerima subsidi gaji tidak diperuntukkan bagi seluruh pekerja melainkan hanya yang belum memperoleh manfaat stimulus sebelumnya.

"Nanti setelah lebaran Juni atau Juli, Kita sudah memperjuangkan, tapi harus clear dulu datanya," ungkap dia seperti dikutip dari Sindonews, Jumat (7/5/2021).

Dia menjelaskan bahwa Kemnaker bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah melakukan rekonsiliasi data. Adapun selanjutnya akan segera diajukan ke Kementerian Keuangan.

Ia mengungkapkan rekonsiliasi telah dicapai bersama antara Kemnaker dengan BPK. Pihaknya beterimakasih kepada BPK lantaran telah membimbing selama proses pemeriksaan laporan keuangan.

"Hasil rekonsiliasi dapat tercapai berkat dorongan, dukungan, dan bimbingan tim BPK selama proses pemeriksaan laporan keuangan Kementerian Ketenagakerjaan," kata dia.

Seperti diketahui, target penerimaan BLT gaji tahun 2020 sendiri sebanyak 12.403.896 orang dengan anggaran sebesar Rp29.769.350.400.000.

Hingga 31 Desember 2020, anggaran itu baru terealisasi sebesar Rp29.416.358.400.000 atau 98,81 persen. Artinya, dana sisa yang dikembalikan ke kas negara sebesar Rp352.992.000.000.[]

Prabawati Sriningrum

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu