News

Blogger yang Cemarkan Nama Baik PM Singapura Berhasil Galang Dana Rp1,4 Miliar

Leong Sze Hian, blogger yang terjerat kasus pencemaran nama baik PM Singapura berhasil menggalang dana Rp1,4 miliar untuk ganti rugi yang ditetapkan pengadilan.


Blogger yang Cemarkan Nama Baik PM Singapura Berhasil Galang Dana Rp1,4 Miliar
PM Lee (kanan) telah menggugat Leong Sze Hian (kiri), seorang penasihat keuangan, setelah dia membagikan sebuah artikel berita online tentang skandal korupsi Malaysia 1MDB (Facebook image via TODAY & LiveTube)

AKURAT.CO, Leong Sze Hian, blogger yang terjerat kasus pencemaran nama baik Perdana Menteri (PM) Singapura telah berhasil menggalang dana hingga Rp1,4 miliar. Sumbangan itu pun diketahui setara dengan nilai ganti rugi yang diperintahkan oleh pengadilan bulan lalu.

Mengutip Reuters, keberhasilan mengumpulkan dana ganti rugi itu diumumkan Leong Minggu (4/4) malam waktu setempat. Melalui Facebook, Leong menjelaskan bahwa kasusnya sudah selesai, dan semua ganti rugi sudah dibayar.

"Sudah selesai. Semua sudah dibayar," tulis Leong.

Kemudian, pada Senin (5/4) hari ini, Leong kembali mengonfirmasi hal tersebut. Kepada Reuters, Leong mengaku bahwa semua dana itu ia kumpulkan melalui media sosial.

"Saya sangat senang, sangat bersyukur," kata Leong kepada Reuters.

Leong sebelumnya digugat oleh PM Lee Hsien Loong karena tuduhan mencemarkan nama baik. Tudingan itu muncul setelah Leong membagikan artikel berita online yang mengaitkan Lee dengan skandal megakorupsi Malaysia, 1MDB.

Pengacara Lee menegaskan bahwa artikel yang dibagikan Leong itu 'salah dan tidak mendasar'.

Atas permintaan pemerintah, Leong pun menghapus artikel itu dari Facebook. Tindakan itu tepatnya dilakukan Leong pada November 2018, tiga hari setelah perintah penghapusan datang.

Namun, meski artikel sudah dihapus, kasus tetap berlanjut hingga pada 25 Maret lalu, Leong divonis bersalah oleh pengadilan.

Saat itu, Hakim Aedit Abdullah mengatakan bahwa Leong dengan sembrono telah membagikan unggahan secara publik tanpa mengecek dulu kebenaran dari artikel tersebut.

Kemudian, yang makin memberatkan Leong adalah kenyataan bahwa ia menolak meminta maaf sehubungan dengan unggahan menyesatkan tersebut. Dengan segala pertimbangan, Leong akhirnya diminta membayar ganti rugi kepada Lee dengan nilai total mencapai 133 ribu dolar Singapura (Rp 1,4 miliar).

Denda itu sendiri mencakup 100 ribu dolar Singapura untuk kerusakan umum dan 33 ribu dolar Singapura untuk kerusakan yang parah.

Terlepas dari kasus Leong, Lee sendiri selama ini telah dikenal sebagai kepala pemerintah yang tidak segan untuk menindak kasus korupsi.

Kendati demikian, Lee yang berusia 69 tahun, juga tidak asing lagi dalam upaya melindungi reputasinya melalui jalur hukum.

Ketegasan soal pencemaran nama baik ini juga tecermin oleh para pendahulu Lee, termasuk para tokoh senior Partai Aksi Rakyat yang berkuasa hingga pendiri Singapura modern, Lee Kuan Yew.

Mereka bahkan diketahui pernah mengajukan gugatan terhadap media asing, lawan politik, hingga komentator online atas pencemaran nama baik.[]