Tech

Blibli Perkuat Ekosistem Halal Secara End-to-end Tuk Dukung Gaya Hidup Halal Konsumen

E-commerce lokal Blibli memperkuat kehadiran produk dan layanan yang memenuhi kebutuhan gaya hidup halal


Blibli Perkuat Ekosistem Halal Secara End-to-end Tuk Dukung Gaya Hidup Halal Konsumen
Ilustrasi logo Blibli.com (GETDISKON.COM)

AKURAT.CO, E-commerce lokal Blibli memperkuat kehadiran produk dan layanan yang memenuhi kebutuhan gaya hidup halal para pelanggan Indonesia dengan meluncurkan dua kategori baru, yaitu Kategori Fashion Muslim dan Kategori Perhiasan Emas & Logam Mulia, serta memperluas kurasi Blibli Hasanah untuk produk Muslim-friendly. Blibli pun menjadi e-commerce pertama yang memiliki penyelia halal untuk penerapan Sistem Jaminan Halal (SJH) di ekosistem e-commerce. 

Pengadopsian gaya hidup halal oleh masyarakat Indonesia telah mendorong pertumbuhan industri Syariah yang menjadi fokus pemerintah dalam memacu perekonomian nasional. Berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai perdagangan industri halal pada 2020 sudah mencapai 3 miliar dolar AS dan diharapkan akan meningkat seiring tren gaya hidup halal. Pemerintah pun memposisikan peningkatan halal value chain yang melibatkan e-commerce sebagai strategi untuk mengembangkan ekonomi Syariah.

Desey Muharlina Bungsu, Vice President Fashion Muslim, Logam Mulia & Blibli Hasanah di Blibli mengatakan, industri syariah semakin menjadi fokus pemerintah seiring dengan banyaknya masyarakat yang menjalani gaya hidup halal.

"Melihat hal ini, Blibli melengkapi ekosistem e-commerce miliknya dengan kategori dan kurasi yang memudahkan pelanggan untuk menemukan produk Muslim-friendly serta halal, mulai dari makanan hingga investasi emas. Terlebih lagi, Blibli merancang agar seluruh proses e-commerce, mulai dari display produk di laman Blibli Hasanah hingga pengiriman produk Blibli Hasanah ke pelanggan, sesuai dengan kriteria Sistem Jaminan Halal (SJH) HAS 23000," ujarnya.

Blibli pun menjadi e-commerce pertama yang memiliki penyelia halal sebagai syarat utama dalam pengimplementasian SJH oleh suatu perusahaan. Dengan hadirnya penyelia halal, Blibli bisa mengatur agar keseluruhan value chain di ekosistem e-commerce miliknya memperhatikan standarisasi SJH sehingga produk-produk halal mendapatkan penanganan yang sesuai, mulai dari penyimpanan di warehouse hingga pengiriman oleh kurir.

Hadirnya SJH memantapkan Blibli dalam menyediakan produk-produk Muslim-friendly dan halal yang semakin diminati pelanggan. Blibli sendiri telah mencatat tren positif atas permintaan untuk produk Muslim-friendly dan halal. Sejak peluncuran Blibli Hasanah, yaitu kurasi produk Muslim-friendly dan halal, pada kuartal II 2020, kelompok produk fashion Muslim, makanan & minuman halal, kesehatan & kecantikan halal, serta perhiasan emas & logam mulia mengalami kenaikan order rata-rata sebesar 2 kali lipat per kuartal hingga kuartal I 2021 lalu.

Melihat tren yang menjanjikan tersebut dan untuk memperkuat layanan saat Ramadhan 2021, Blibli pun meluncurkan dua kategori baru, yaitu kategori Fashion Muslim yang bekerjasama secara eksklusif dengan 16 brand populer untuk  menghadirkan koleksi lengkap Muslim dan modest-wear, seperti hijab dan gamis. Kategori kedua adalah Perhiasan Emas dan Logam Mulia yang menyediakan produk-produk investasi emas dari seller yang terpercaya, mengingat bahwa emas dianggap sebagai bentuk investasi yang Muslim-friendly.

Selain menambah kategori, Blibli terus memperluas Blibli Hasanah dengan menambahkan sub-kategori baru yaitu Makanan Halal, Minuman Halal, dan Aktivitas Muslim yang menyediakan tiket dan voucher untuk kegiatan seperti kelas Islami online agar pelanggan semakin bisa menjalankan gaya hidup halal.

Sebagai bagian dari industri e-commerce Indonesia, Blibli juga bermitra dengan pemangku kepentingan yang relevan untuk memajukan industri Syariah. Blibli berkolaborasi dengan institusi perbankan dan perusahaan teknologi finansial untuk menyediakan alat pembayaran berbasis Syariah, termasuk dengan LinkAja Layanan Syariah. Selain itu, Blibli bekerja sama dengan perwakilan pemerintah dan agama, termasuk Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) agar SJH dapat diterapkan sesuai ketentuan.

Erizky Bagus

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu