News

Blak-blakan Novel Baswedan Jawab Isu Tuduhan Taliban dan Pemecatan Satpam KPK

Setelah resmi mengumumkan kanal YouTube pribadinya pada 14 Oktober 2021, Novel Baswedan telah merilis dua video di channel miliknya tersebut.


Blak-blakan Novel Baswedan Jawab Isu Tuduhan Taliban dan Pemecatan Satpam KPK
Penyidik senior KPK, Novel Baswedan ditemui di kediamannya, Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (18/10/2019). (AKURAT.CO/Gerdiansyah)

AKURAT.CO Setelah resmi mengumumkan kanal YouTube pribadinya pada 14 Oktober 2021, Novel Baswedan telah merilis dua video di channel miliknya tersebut.

Dalam video terbaru yang diunggah pada Sabtu, 16 Oktober 2021, ia mengunggah konten tanya-jawab yang dipandu oleh istrinya sendiri, Ria Emilda. 

Ria menanyakan beberapa isu yang sempat menjadi bahan obrolan di berbagai media, salah satunya terkait seorang satpam KPK yang mengklaim menemukan bendera HTI di meja kerja para penyidik termasuk Novel Baswedan.

Novel mengatakan, satpam tersebut membuat dan menyebarkan kebohongan yang ia tidak mengerti apa motif di baliknya. 

"Ternyata kan yang dipermasalahkan adalah security ini ketika memfoto masalah utamanya adalah dia menyebarkan dengan narasi yang bohong dibilang seolah-olah ada Taliban nih bener nih. Apakah dia bercanda atau apapun faktanya narasi itu disebarluaskan kemudian," terang mantan penyidik KPK tersebut sebagaimana dikutip AKURAT.CO, Jakarta, Minggu (17/10/2021).

Ria juga menanyakan kejelasan terkait kabar satpam KPK telah dipecat oleh Novel. Namun Novel membantah kabar tersebut. 

Novel menjelaskan, dirinya tidak membawahi ataupun memiliki urusan langsung dengan satpam KPK tersebut. Artinya, Novel tidak memiliki kewenangan untuk memecat satpam tersebut.

"Jadi di KPK security itu di bawah biro umum, biro umum itu di bawah kesekjenan. Jadi itu enggak ada kaitan sama bagian penindakan. Abi ketemu dia juga enggak pernah, kenal juga enggak. Abi di KPK kan penyidik, enggak ada urusan dengan kepegawaian, etik, apalagi soal pecat-memecat," terang Novel.

Namun demikian, ia tak menampik kebohongan yang disebarkan oleh satpam tersebut dapat dikategorikan dalam pelanggaran berat dan memungkinkan adanya pemecatan.