News

Blak-blakan Jusuf Hamka Ngaku Jadi Korban 'Lintah Darat' Bank Syariah Swasta

Pengusaha Jusuf Hamka mengaku jadi korban salah satu bank syariah swasta. Menurut dia, praktik bisnisnya seperti lintah darat.


Blak-blakan Jusuf Hamka Ngaku Jadi Korban 'Lintah Darat' Bank Syariah Swasta
Yusuf Hamka (Podcast Deddy Corbuzier)

AKURAT.CO Pengusaha Jusuf Hamka mengaku jadi korban salah satu bank syariah swasta. Menurut dia, praktik bisnisnya seperti lintah darat. 

Ia menyayangkan adanya praktik bank syariah yang tidak mencerminkan nilai-nilai dan semangat syariah dalam bisnis bank swasta tersebut.

Cerita anak angkat ideologis ulama Buya Hamka itu bermula dari pinjam meminjam antara perusahaannya yang berada di Bandung dengan salah satu bank syariah swasta. Ia mengaku punya utang sebesar Rp800 miliar dengan bunga 11 persen.

Tetapi, bisnis perusahaannya itu ikut terdampak pandemi Covid-19. Sejak 2020, pendapatan perusahaan terus menurun. Ia pun meminta bunga pinjaman diturunkan menjadi 8 persen. Permintaannya itu ditolak oleh bank syariah swasta itu.

Pada awal Maret 2021, ia bertemu dengan manajemen bank syariah swasta itu melalui Zoom Meeting. Saat itu dia menyatakan, bila tak diberi keringanan, dia tak punya pilihan selain melunasi utang salah satu perusahaannya itu. 

"22 Maret, saya kirimlah Rp795 miliar untuk lunasi utang tersebut," katanya saat tampil di podcast Dedy Corbuzier sebagaimana dikutip Akurat.co, Jakarta, Sabtu (24/7/2021).

Anehnya, kata dia, uang yang sudah dia transfer ke rekening untuk pembayaran utang, tak langsung didebit untuk pembayaran utang. "Mereka hold uang saya, bunga saya berjalan terus selama sampai 2 bulan sampai Maret. Uangnya sudah di sana tapi tidak diterima. Digantung di sana," katanya.

Kemudian, sebagian uangnya diambil. Alasannya untuk pembayaran bunga. Padahal uang pembayaran sudah dikirimkan ke rekening. 

"Inilah yang aneh. Terus tapi dia ambil uang saya. Buat agency fee Rp1 miliar. Terus dia ambil buat bunga. Lah uang saya di sana kok. Lalu tanggal 6 (Maret) saya kasih instruksi. Kalau memang kamu enggak mau dibayar kembalikan uang saya. Memang dikembalikan. Tapi cuma Rp690 miliar," ujarnya.