Ekonomi

Blak-blakan di Sosmed, Menko Airlangga Sampaikan Alasan Pemerintah Terapkan PPKM Darurat

Pemerintah memutuskan untuk menerapkan PPKM Mikro "Darurat" mulai tanggal 3-20 Juli 2021.


Blak-blakan di Sosmed, Menko Airlangga Sampaikan Alasan Pemerintah Terapkan PPKM Darurat
Tampak suasana kios penjual makanan tutup selama pemberlakuan Pembatasan Sosial Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kawasan Universitas Nasional, Jakarta, Rabu (27/1/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa pemerintah memutuskan untuk menerapkan PPKM Mikro "Darurat" mulai tanggal 3-20 Juli 2021.

Hal ini karena melihat perkembangan kasus Covid-19 nasional yang terus melonjak pekan ini. Protokol Kesehatan akan dijalankan dengan penegakan hukum.

Hal ini dikatakannya dalam saat menghadiri Munas ke-VIII Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia @kadin.indonesia.official yang diselenggarakan dengan protokol kesehatan yang ketat di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (30/6/2021).

baca juga:

“Saya sampaikan kepada seluruh masyarakat agar menegakkan kepatuhan dan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan,” katanya dikutip dari Instagram @airlanggahartarto_official, Kamis (1/7/2021).

Airlangga menyebut hal ini menjadi kunci dalam menangani COVID-19. Harus disadari bahwa melawan pandemi membutuhkan kesadaran, keteguhan dan upaya kolektif dari kita semua agar Covid-19 dapat diredam.

Selain dengan penguatan pelaksanaan protokol kesehatan, lanjutnya, pemerintah juga terus berupaya dalam menyediakan vaksin Covid-19 dan pencapaian target vaksinasi 1 juta perhari.

Melalui berbagai upaya prioritas tersebut, sebagai bangsa yang bersatu, kita berikhtiar serius dan harus kompak untuk mengerem penyebaran Covid-19.

“Kita semua memaklumi bahwa saat ini bukanlah situasi yang mudah bagi masyarakat ekonomi kita. KADIN memiliki peran dan tantangan yang tentunya tidak mudah. Bagi saya kuncinya adalah adaptasi, inovasi,transformasi. Dan, kemampuan bergerak dan bekerja sama dengan segenap unsur masyarakat serta khususnya dengan pemerintah,” jelasnya.

Airlangga melanjutkan, pertama-tama dalam upaya memutus rantai penyebaran pandemi Covid-19. Sekaligus, berkolaborasi dalam usaha memulihkan perekonomian nasional.

Airlangga juga memberikan selamat kepada para peserta Munas KADIN dari seluruh Indonesia.

“Selamat khususnya kepada kepemimpinan baru saudara Arsjad Rasjid arsjadrasjid sebagai Ketua Umum, dan saudara Anindya Bakrie anindyabakrie sebagai Ketua Dewan Pembina. Serta, terima kasih sebesar-besarnya kepada Ketua Umum KADIN sebelumnya saudara Rosan P. Roeslani atas kinerja dan pengabdiannya memimpin KADIN periode 2015-2020.

Dia juga mendoakan menjadi Munas yang penuh legacy, dan kepemimpinan yang transformatif dalam membangkitkan, memajukan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat secara adil dan marata.

Sebagai informasi, pada Rabu (30/6/2021) hingga pukul 12:00 WIB, Kementerian Kesehatan mencatat jumlah kasus baru sebanyak orang 21.807.

Dengan begitu total kasus Covid-19 yang ada di Indonesia mencapai 2,178 juta orang. Penambahan ini kembali menjadi rekor tertinggi setelah Minggu (26/6/2021) sebanyak 21.095.

Di tengah lonjakan kasus ini, kabar baiknya ada 10.807 orang yang telah sembuh dari penyakit ini. Dengan begitu total pasien yang sembuh mencapai 1,880 juta orang.

Penambahan kasus baru pun berkontribusi pada peningkatan kasus aktif atau orang yang harus mendapatkan perawatan. Hari ini kasus aktif bertambah sehingga totalnya 239.368 orang.

Sementara orang yang meninggal akibat Covid-19 bertambah 467 orang, sehingga totalnya 58.491 orang. Jumlah kasus positif ini didapatkan dari pemeriksaan 142.731 spesimen, dengan kasus suspek 130.443 orang.

Dalam sepekan terakhir 23-29 Juni 2021, jumlah kasus baru Covid-19 melonjak menjadi 138.352 orang. Artinya setiap hari ada tambahan hampir 20 ribu kasus baru dan juga pasien yang harus mendapatkan perawatan. Sementara dalam periode ini ada sebanyak 2.748 kasus kematian.

Di tengah lonjakan ini tingkat keterisian rumah sakit terus bertambah terutama di beberapa daerah. Saat ini rata-rata tingkat keterisian rumah sakit untu Covid-19 secara nasional sebesar 74 persen.

Namun ada lima provinsi dengan BOR di atas 80 persen yakni DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, DI Yogyakarta, dan Jawa Tengah.[]