Tech

BlackBerry Berhenti Beroperasi, Begini Perjalanan Singkat Ponsel yang Pernah Populer di Tahun 2000-an

BlackBerry Berhenti Beroperasi, Begini Perjalanan Singkat Ponsel yang Pernah Populer di Tahun 2000-an
BlackBerry berhenti beroperasi mulai tanggal 4 Januari 2022. (techcrunch.com)

AKURAT.CO Populer pada tahun 2000-an, terhitung per hari Selasa (4/1/2022) BlackBerry sudah menghentikan dukungan untuk sistem operasi BlackBerry OS (BBOS). Dengan demikian, semua ponsel dan tablet yang menggunakan layanan tersebut tidak bisa digunakan lagi. 

Perangkat yang menggunakan sistem operasi BlackBerry 7.1 OS dan versi sebelumnya, BlackBerry 10, serta BlackBerry PlayBook OS 2.1 dan versi sebelumnya, telah dihentikan sepenuhnya. Hal ini berarti ponsel tersebut tidak bisa lagi menggunakan data, melakukan panggilan telepon, mengirim pesan teks, atau melakukan panggilan darurat 911. 

Hal tersebut diumumkan BlackBerry (BB) secara langsung melalui laman FAQ di situs resminya. Penghentian layanan tersebut juga berdampak pada fungsionalitas untuk aplikasi seperti Enhanced Sim Based Licensing (ESBL) / Identity Based Licensing (IBL), alamat email yang dihosting BlackBerry, BlackBerry Link, BlackBerry Desktop Manager, BlackBerry Blend, BlackBerry Protect.

baca juga:

Pihak BlackBerry sendiri mengklaim tidak ada dampak pada BlackBerry Protect versi baru yang merupakan solusi keamanan berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Versi terakhir dari OS BlackBerry yang dirilis pada 2013.

Selama masa kejayaannya BlackBerry pernah merilis berbagai model. Mulai dari BlackBerry Pearl, BB Curve, BB Pearl Flip, BB Bold, BB Storm, BB Tour, BB Gemini, BB Bold Touch, BB Q10, hingga BlackBerry Classic.

BlackBerry sendiri berasal dari perusahaan asal Kanada bernama RIM (Research in Motion) yang didirikan sejak 1984. Melansir laman TechCrunch pada tahun 2016 RIM menghentikan lini BlackBerry-nya dan mengalihkan fokusnya ke perangkat lunak keamanan dengan nama BlackBerry Limited.

Pada tahun tersebut juga, pabrikan Cina TCL mengambil lisensi untuk BlackBerry Mobile dan merilis BlackBerry KeyOne dan BlackBerry Key2. Akan tetapi, TCL juga berhenti membuat ponsel BlackBerry pada tahun 2020 dan mengatakan akan mendukung perangkat ini hingga Agustus 2022.

Masih melansir dari laman TechCrunch, data pangsa pasar ponsel kembali ketika BlackBerry mencapai puncak kekuasaannya pada Januari 2010 sebagai platform teratas dengan 43 persen. Namun, pada Januari 2011 angkanya berubah menjadi 30,4 persen. Lalu, market sharenya berubah lagi pada Januari 2012, yaitu 15,2 persen dan pada Januari 2013, yaitu 5,9 persen. Angka tersebut mengukur keberadaan platform dan bukan unit yang terjual.

Berdasarkan data tersebut, ponsel BlackBerry yang tadinya menempati puncak seketika berubah dan turun drastis. Blackberry kehilangan sebagian besar pangsa pasarnya karena kehadiran layar sentuh Apple dan Android.