Hendra Mujiraharja

Penulis adalah editor kanal olahraga Akurat.co.
Olahraga

Bisnis Tembakau Djarum di Antara Pembinaan dan Eksploitasi Anak


Bisnis Tembakau Djarum di Antara Pembinaan dan Eksploitasi Anak
Seorang anak mengenakan baju bertuliskan Indonesia saat melihat anak-anak lain bermain bulutangkis di GOR Satria, Purwokerto, Jawa Tengah, saat Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis Djarum 2019, Minggu (8/9). (ANTARA/Idhad Zakaria)

AKURAT.CO, Tepat di Hari Olahraga Nasional (Haornas) yang jatuh pada 9 September, masyarakat Indonesia, khususnya para pecinta bulutangkis mendengar berita yang mengejutkan. Setelah 50 tahun, akhirnya PB Djarum memutuskan untuk menghentikan audisi untuk menjaring para pebulutangkis berbakat.

Hal tersebut disampaikan Direktur Program Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, saat meninjau audisi umum yang digelar di GOR Satria di Purwokerto, Minggu (8/9).

“Kalau sekarang ini, hari ini, saya jawab iya, final tahun 2019 ini akan menjadi audisi terakhir. Namun, jika cuacanya berubah, bisa juga berubah tergantung situasinya ada ruang atau tidak,” katanya dalam konferensi pers.

Pernyataan pria yang akrab disapa Yoppy ini berkaitan dengan tudingan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). KPAI yang menyebut perusahaan rokok tersebut telah mengeksploitasi anak di bawah umur untuk citra dagang mereka.

Tentu pernyataan Yoppy menjadi mengejutkan karena Djarum memiliki peran yang sangat besar untuk mengembangkan bakat-bakat pebulutangkis Indonesia hingga menjadi juara dunia.

Bisnis Tembakau Djarum di Antara Pembinaan dan Eksploitasi Anak - Foto 1
Direktur Program Bakti Djarum Foundation, Yoppy Rosimin. ANTARA.

Apakah KPAI lupa bahwa Djarum merupakan pihak swasta yang berperan besar dalam membesarkan olahraga bulutangkis Indonesia? Ada beberapa nama yang telah berhasil diterbitkan menjadi juara dunia oleh Djarum.

Alan Budikusuma, Hariyanto Arbi, Liliyana Natsir dan Tontowi Ahmad, Debby Susanto, Mohammad Ahsan, dan Kevin Sanjaya merupakan daftar nama yang telah mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia.

Djarum Lakukan Apa yang Pemerintah Tidak Bisa Lakukan

Seandainya benar-benar mundur,bagaimana nasib bulutangkis Indonesia? Menurut Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Susy Susanti, kepedulian Djarum sangat besar dalam membesarkan bulutangkis Indonesia.

“Pertanyaannya, sekarang siapa yang membina dan punya kepedulian untuk bulutangkis? Di saat kita diharapkan naikin prestasi, tapi di sisi lain (audisi dihentikan),” kata Susy ketika dihubungi oleh Akurat.co.

Menurutnya, ajang audisi yang digelar oleh Djarum cukup membantu memantau pemain-pemain berbakat yang ada di luar Pulau Jawa. Hal tersebut tidak bisa dilakukan pemerintah.

“Dengan adanya audisi yang mungkin di Medan, itu ikut membantu memantau bakat-bakat yang ada di daerah. Kalau mungkin sebelumnya hanya di pulau Jawaya hanya bibit pulau Jawa yang terjangkau. Sedangkan di luar pulau yang punya potensi tapi tidak punya biaya kan tidak mungkin ke Jawa,” kata Susy.

Bisnis Tembakau Djarum di Antara Pembinaan dan Eksploitasi Anak - Foto 2
Suasana Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis Djarum 2019 di Purwokerto, Jawa Tengah, Minggu (9/9). ANTARA/Hafidz Mubarak A.

“Tapi kalau mereka langsung ke daerah-daerah. Ya, otomatis mereka yang berada di pelosok-pelosok bisa ikutan dan membantu meringankan beban orang tua,” katanya.

Susy menambahkan, Djarum tidak setengah-setengah dalam membina atletnya. Perusahaan rokok itu akan membina atletnya hingga menjadi juara.

“Mereka mulai membina dari usia sembilan-sepuluh tahun sampai menjadi juara. Sementara, pemerintah tidak bisa melakukan itu,” ujar Susy.

“Pembinaan itu tidak ada yang instan dan pemerintah pun tidak ada yang turun tangan untuk membiayai pembinaan. Jadi memang, peran swasta ini yang mempunyai kepedulian. Saat ini, bulutangkis yang banyak mendapat perhatian maupun bantuan baik suplai pemain maupun pemain.”

Pekerjaan Rumah untuk PBSI dan Menpora

Tapi, Ketua Olimpiade Indonesia (KOI), Erick Thohir mengatakan pihaknya akan memanggil pihak KPAI dan Djarum untuk mencari jalan tengah permasalahan hal ini.

"Kami secara internal akan berdiskusi dan kemudian memanggil kedua pihak untuk duduk bersama. Karena sebenarnya, baik PB Djarum maupun KPAI memiliki tujuan yang sama ingin membangun negara kita tercinta ini," ucap Erick.

Seandainya Djarum benar-benar memutuskan untuk pamit dalam memberikan beasiswa untuk atlet berbakat, maka PBSI dan Menpora harus duduk bersama mencari solusi bagaimana caranya agar prestasi bulutangkis Indonesia tidak mandeg di internasional.

Menpora harus membantu PBSI mencari pengganti perusahaan atau lembaga selain selain Djarum yang mau peduli dengan mengeluarkan uangnya terhadap perbulutangkisan Indonesia.[]

Hervin Saputra

https://akurat.co