Ekonomi

Bisnis Makanan Halal Sangat Menjanjikan Saat Pandemi

Saat ini makanan halal telah menjadi kebutuhan masyarakat, bahkan telah menjadi gaya hidup masyarakat dunia.


Bisnis Makanan Halal Sangat Menjanjikan Saat Pandemi
Pedagang disabilitas sedang melayani pembeli di kedai Difabis kawasan Terowongan Kendal, Jakarta Pusat, Senin (25/1/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO  Bank Indonesia menilai bisnis makanan halal (halal food) menjadi peluang bisnis di tengah pandemi COVID-19 yang cukup menjanjikan, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Selatan Hari Widodo di Palembang, Minggu (25/7/2021), mengatakan Indonesia sebagai negara dengan penduduk mayoritas muslim terbesar di dunia sejauh ini belum menggarap potensi ini secara maksimal.

“Saat ini, Indonesia memang menjadi pusat Industri halal, tapi dalam posisi sebagai konsumen. Justru negara nonmuslim masih menjadi penyuplai utama,” kata dia, seperti dilansir dari Antara.

Peringkat pertama eksportir produk halal yakni Brazil, dengan 16,2 miliar dolar AS, diikuti India dengan nilai ekspor 14,4 miliar dolar AS.

Selain itu, Indonesia juga menjadi konsumen produk halal peringkat pertama sebesar 114 miliar dolar AS.

Untuk memperluas halal food ini, maka perlu kiranya para pemangku kepentingan menelisik potensi ini dari sisi hulu hingga hilir.

Saat ini makanan halal telah menjadi kebutuhan masyarakat, bahkan telah menjadi gaya hidup masyarakat dunia. Tak hanya penduduk muslim, masyarakat nonmuslim pun telah menjadi konsumen industri makanan halal.

Di mata global, makanan halal dianggap memenuhi standar mutu, kebersihan, dan keamanan.

Konsumsi produk halal per tahun juga terus mengalami lonjakan lantaran populasi masyarakat bertambah dan pendapatan domestik produk atau PDB kian tumbuh.