Lifestyle

Bisakah Obat Herbal Cegah Penularan Covid-19, Ini Manfaatnya

Obat herbal terbukti bisa tingkatkan imunitas tubuh


Bisakah Obat Herbal Cegah Penularan Covid-19, Ini Manfaatnya
Ilustrasi jamu

AKURAT.CO, Untuk menangkal virus corona, masyarakat diminta untuk mematuhi protokol kesehatan 5M. Yakni memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan dari air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan serta membatasi mobilisasi.

Selain itu, masyarakat pun diminta untuk selalu menjaga daya tahan tubuh agar tak mudah terjangkit virus corona. Salah satu caranya ialah dengan mengkonsumsi obat herbal.

Menurut Peneliti dari Perhimpunan Peneliti Bahan Obat Alami (PERHIPBA) Dr. apt. Yesi Desmiaty, obat herbal bermanfaat untuk meningkatkan imunitas tubuh. Tentu saja, masyarakat pun tidak boleh hanya mengandalkan obat herbal saja. Imunitas tubuh juga harus ditingkatkan dengan olahraga teratur, konsumsi makanan bergizi, serta pola hidup yang baik dan sehat. 

"Kita bisa minum obat herbal untuk diri kita sendiri, untuk memelihara kesehatan dan meningkatkan imunitas," kata Yesi dalam webinar Selasa (22/6/2021). 

Tak hanya itu, obat herbal juga mampu mengurangi gejala seperti batuk, flu, hingga menjaga kondisi tubuh dari penyakit penyertanya seperti diabetes, hipertensi, dan lainnya. 

Apakah obat herbal ampuh menangkal virus corona?

Obat herbal di Indonesia adalah obat tradisional, yang merupakan bahan atau ramuan berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, ketersediaan sarian (galenik) atau campuran dari bahan tersebut, yang secara turun-temurun telah digunakan untuk pengobatan. Di Indonesia, obat herbal terbagi atas jamu, OHT dan Fitofarmaka. Itu semua termaktub dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 003/MenKes/Per/I/2010. 

Selanjutnya, OHT adalah sediaan obat bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik (pada hewan percobaan) dan bahan bakunya telah di standarisasi. Inilah yang membedakan jamu dengan OHT. Pada OHT sudah bisa dicantumkan klaim khasiatnya, sementara pada jamu khasiatnya belum teruji secara klinis. 

Terakhir, Indonesia mengenal obat herbal yang disebut fitofarmaka. Sebagai informasi, fitofarmaka adalah salah satu dari tiga macam obat herbal yang diumumkan oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Fitofarmaka merupakan obat tradisional yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah melalui tahapan uji praklinis (pada hewan uji) dan uji klinis (pada manusia), serta bahan baku berikut produk jadinya telah di standarisasi.

Sejauh ini, BPOM telah mendampingi sekitar 14 calon produk fitofarmaka untuk melawan Covid-19. Namun, semua obat-obat herbal ini masih belum bisa menjadi pilihan menyembuhkan Covid-19. 

"Sekarang, masih belum ada herbal resmi untuk mengatasi Covid-19. Namun, BPOM tengah mendampingi sekira 14 calon produk fitofarmaka untuk melawan COVID," tegas Yesi.[]