Tech

Bisa untuk Bernapas 10 Menit, NASA Berhasil Konversi Karbon Dioksida Jadi Oksigen di Mars

Percobaan pertama menghasilkan 5 gram oksigen yang dapat digunakan untuk bernapas selama 10 menit.


Bisa untuk Bernapas 10 Menit, NASA Berhasil Konversi Karbon Dioksida Jadi Oksigen di Mars
MOXIE, alat konversi karbon dioksida yang ada di atmosfer planet Mars menjadi oksigen. (AFP)

AKURAT.CO, Rover Perseverance milik NASA terus mencatatkan rekor baru. Kini, robot enam roda tersebut berhasil mengonversi karbon dioksida yang ada di atmosfer planet Mars menjadi oksigen. Ini baru pertama kali terjadi di planet lain. 

“Ini adalah langkah awal yang sangat penting terkait pengonversian karbon dioksida ke oksigen di Mars,” jelas Jim Reuter, administrator asosiasi untuk direktorat misi teknologi ruang angkasa NASA.

Demonstrasi yang dilakukan pada 20 April 2021 lalu ini diharapkan mampu memperlebar kesempatan di masa depan bagi manusia dalam eksplorasi luar angkasa. Proses tersebut tidak hanya dapat menghasilkan oksigen bagi astronaut masa depan untuk bernapas, tetapi juga nantinya roket tidak perlu lagi mengangkut oksigen dalam jumlah besar dari Bumi sebagai bahan bakar perjalanan pulang. 

Alat konversi yang bernama MOXIE (Mars Oxygen In-Situ Resource Utilization Experiment) tersebut adalah sebuah boks emas sebesar aki mobil dan diletakkan di dalam bagian depan dari Perseverance. Disebut juga sebagai ‘pohon mekanik’, alat tersebut menggunakan listrik dan kimia untuk memisahkan molekul karbon dioksida, yang dibentuk dari satu atom karbon dan 2 atom oksigen. Dalam prosesnya, juga akan terbentuk karbon monoksida. 

Dalam percobaan pertamanya, MOXIE dapat memproduksi 5 gram oksigen, yang dapat digunakan untuk bernapas selama 10 menit bagi astronaut dengan aktivitas normal. Sedangkan kini, para teknisi MOXIE sedang melakukan sejumlah tes dan mencoba untuk meningkatkan output-nya agar nantinya dapat menghasilkan hingga 10 gram oksigen per jamnya. 

Didesain di Massachusetts Institute of Technology, MOXIE dibuat dengan bahan tahan panas seperti paduan nikel dan didesain untuk menolerir suhu hingga 800 derajat celcius yang diperlukan untuk menjalankannya. Lapisan tipis yang terbuat dari emas juga digunakan untuk memastikan tidak adanya radiasi panas sehingga tidak membahayakan Perseverance. 

Memproduksi oksigen dari 96 persen atmosfer karbon dioksida Mars mungkin merupakan pilihan yang lebih terjangkau daripada mengekstraksi es dari bawah permukaannya kemudian mengelektrolisisnya untuk membuat oksigen. 

Sebelumnya, Perseverance berhasil mendarat di Mars pada 18 Februari 2021 lalu dengan misi mencari tanda kehidupan mikroba. Helikopter mininya yang bernama Ingenuity berhasil mencatatkan rekor sebagai penerbangan pertama di planet lain.[]

Ahada Ramadhana

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu