Lifestyle

Bikin Rusak Hubungan, Yuk Kenali Penyebab Insecure

Ada sejumlah faktor yang dapat menyebabkan insecure dalam suatu hubungan. Mulai dari kurang rasa percaya diri hingga pengalaman traumatis


Bikin Rusak Hubungan, Yuk Kenali Penyebab Insecure
Ilustrasi - penyebab insecure (UNSPLASH/ Milan Popovic)

AKURAT.CO Insecure (rasa tidak aman), seperti halnya kecemburuan, selalu dicap sebagai emosi negatif. Namun, tidak semua rasa tidak aman itu buruk. Pada dasarnya itu adalah emosi alami manusia yang mendorong untuk melindungi apa yang kamu sayangi. Dalam batas normal, emosi itu bagus. Namun, saat intensitas insecure menjadi berlebihan dan sangat dominan, itu akan merusak hubunganmu. 

“Merasa tidak aman itu wajar sampai titik tertentu. Ini menjadi masalah ketika orang tersebut mulai panik dan cenderung mengancam fondasi hubungan. Ada sejumlah faktor yang dapat menyebabkan insecure dalam suatu hubungan. Faktor-faktor ini jarang bersifat eksternal. Dalam kebanyakan kasus, alasannya terletak pada orang tersebut," kata psikolog Juhi Pandey, dikutip AKURAT.CO pada Rabu (20/10/2021). 

Sayangnya, sulit untuk membedakan rasa tidak aman yang normal dan beracun. Untuk mengidentifikasi perbedaannya, kamu harus terlebih dahulu memahami akar penyebab insecure dalam dirimu. Dan untuk itu, kamu sering kali harus melihat ke dalam dan sedikit introspeksi. Berikut AKURAT.CO rangkum penyebab insecure satu per satu, menurut psikolog Juhi Pandey: 

Kurang percaya diri

Menurut Juhi, kurangnya rasa percaya diri atau rendah diri menjadi salah satu akar penyebab insecure. Kecenderungan ini membuat kamu merasa yakin bahwa pasangan tidak melihat nilai dalam dirimu. Padahal itu sebenarnya adalah cara kamu melihat dirimu sendiri. Oleh sebab itu, sulit untuk percaya bahwa pasangan akan menghargaimu, sebab kamu sendiri tidak melakukannya pada dirimu sendiri. 

Pengalaman traumatis

Insecure juga dapat dilihat pada orang-orang yang memiliki pengalaman traumatis di masa lalu. Jika seseorang pernah mengalami perasaan tidak dicintai, diabaikan atau ditipu, mereka akan memproyeksikan beban emosional ini dalam bentuk perilaku tidak aman," jelas Juhi. 

Jika pengalaman masa lalu terus memengaruhi hidup, kamu harus mencari terapi untuk mengatasinya. 

Ketergantungan emosional yang ekstrim