Lifestyle

Bisa Kok! Ini Cara Menyelamatkan Toxic Relationship

Toxic relationship dapat menyebabkan kerusakan besar, bukan hanya untuk hubungan tapi juga kesehatanmu (fisik maupun mental)


Bisa Kok! Ini Cara Menyelamatkan Toxic Relationship
Ilustrasi - Cara menyelamatkan toxic relationship (UNSPLASH/Kate Kozyrka)

AKURAT.CO, Istilah "toxic relationship" alias hubungan beracun cukup umum terdengar untuk saat ini. Alasan mengapa suatu hubungan menjadi beracun bisa bermacam-macam. Salah satu pemicu yang paling umum adalah terjebak dengan pasangan yang beracun.

Kondisi ini tidak boleh dianggap sepele.

Pasalnya, toxic relationship dapat menyebabkan kerusakan besar, bukan hanya untuk hubungan, tapi juga kesehatanmu (fisik maupun mental). Itulah mengapa sangat penting untuk mengetahui cara memperbaiki hubungan yang beracun. 

"Toxic relationship terjadi ketika orang terjebak dalam pola dan siklus relasional yang berbahaya. Dalam hubungan romantis, ketertarikan fisik atau seksual dapat menjadi kekuatan yang membuat seseorang untuk tetap berada dalam hubungan beracun," kata terapis pasangan Melody Li, LMFT, dikutip AKURAT.CO pada Senin, (15/11/2021).

Toxic relationship dapat diperbaiki dengan waktu, usaha, dan kesadaran diri. Tetapi ini bukan tanggung jawab satu orang saja. Kamu dan pasangan harus mau berubah dan menerima tanggung jawab untuk maju.

Berikut beberapa tips sederhana untuk memperbaiki toxic relationship, menurut Dr. Carol Morgan:

Putusi kontak untuk sementara

Terkadang yang terbaik adalah keluar dari hubungan itu untuk sementara waktu, dan istirahat. Dapatkan beberapa perspektif dan pikirkan sejenak sebelum kamu mencoba memperbaikinya.  Dengan menjauh, kamu bisa berpikir dengan jernih dan menimbang apakah hubunganmu layak dipertahankan atau tidak.

Identifikasi masalah

Kamu tidak dapat mengubah sesuatu yang tidak diketahui. Jadi, jika tidak tahu apa masalahnya, maka kamu tidak dapat memperbaikinya. Luangkan waktu untuk berbicara dengan orang yang terpercaya tentang masalah yang dihadapi hubunganmu. Jika kamu tak ingin berbicara dengan siapapun, coba tuliskan apa yang kamu lihat sebagai masalah dan coba temukan penyelesaiannya.

Refleksi diri

Ingat, masalah dalam hubungan tidak hanya disebabkan oleh satu orang saja, tapi keduanya. Kamu dan pasangan harus cukup dewasa untuk melihat jauh ke dalam diri sendiri. Kuatkan tekad dan lakukan perubahan positif yang diperlukan untuk memperbaiki hubungan. Tanpa keinginan atau motivasi untuk berubah, hubungan tidak akan membaik.

Cari bantuan profesional

Terkadang, kamu tidak dapat melakukan refleksi diri sendiri. Oleh karena itu, mendapatkan bantuan profesional dari terapis dapat membantu setiap kamu mengatasi masalah ini. Selain itu, konsultasi dengan terapis berpengalaman juga akan membantu kamu mengenla diri sendiri yang pada akhirnya baik untuk kesehatan mentalmu.

Berhenti menyalahkan

Dalam hubungan beracun, kamu selalu menyalahkan orang lain. Ingat, itu tidak akan menyelesaikan masalah dalam hubunganmu. Alih-alih membaik, itu hanya akan melanjutkan siklus beracun dalam hubunganmu. Itu akan melukai kamu dan pasangan, jadi hentikan untuk saling menyalahkan.

Melalui refleksi diri dan terapi, kamu perlu mengambil tanggung jawab pribadi atas tindakanmu. Sekali lagi, ini tidak boleh hanya dilakukan salah stau pihak saja. Kamu dan pasangan perlu melakukan ini.

Gunakan "aku"

Menggunakan kata "aku" adalah bahasa tanggung jawab. Ini menjelaskan kepada orang lain bagaimana perasaan kamu tanpa menyalahkan orang lain. Ini membantu mengurangi sikap defensif dalam hubungan. Alih-alih mengatakan "Kamu selalu ..." cobalah memulainya dengan sesuatu seperti "Aku kesal saat kamu ...".

Ubah perilaku

Setelah kamu dan pasangan mengidentifikasi apa yang perlu diubah dalam diri, maka buat perubahan secara nyata. Tanpa aksi nyata, perubahan yang diperlukan hanyalah omong kosong. Kamu mungkin tidak bisa melakukan semuanya sekaligus atau langsung berubah dalam waktu singkat.

Dibutuhkan kerja keras dan konsistensi untuk melakukan ini. Tidak perlu terburu-buru. Mulailah dari perubahan-perubahan sederhana dan evaluasi seminggu sekali untuk melihat seberapa baik kamu melakukannya.

Pertahankan perubahan positif

Tekad dan keinginan kuat memang mampu menciptakan perubahan yang signifikan dalam waktu singkat. Akan tetapi, setelah beberapa saat, kamu mungkin akan kembali ke kebiasaan lama. Untuk benar-benar mengubah hubungan dan membuatnya sehat, perubahan itu harus permanen. Jadi, ingatlah bahwa kamu berubah untuk dirimu juga, bukan hanya demi mempertahankan hubungan saja.[]