News

Bioskop di DIY Boleh Buka, Ini Syarat dari Sultan

Siap nonton di bioskop?


Bioskop di DIY Boleh Buka, Ini Syarat dari Sultan
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X saat proses vaksinasi COVID-19 Sinovac di Bangsal Kepatihan, Kota Yogyakarta, Kamis (14/1/2021). (Dok. Istimewa)

AKURAT.CO, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X mewajibkan bioskop di wilayahnya memiliki standar operasional prosedur (SOP) sebelum beroperasi di masa pandemi Covid-19 dan PPKM berlevel.

Sultan mengatakan, bioskop di DIY dipersilakan beroperasi di tengah masa penerapan PPKM level 3.

"Prinsipnya boleh (buka). Tapi sebelum dibuka, kita minta SOP-nya dulu. SOP-nya seperti apa supaya tidak terjadi kerumunan," kata Sultan di Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Kamis (16/9/2021).

SOP itu turut mengatur supaya penonton bioskop bisa duduk secara berjarak di dalam studio. Kemudian, fasilitas kode QR untuk pemindaian aplikasi PeduliLindungi.

Kata Sultan, SOP ini diajukan terlebih dahulu ke Pemerintah Daerah untuk ditinjau ulang.

"Nanti kan ada verifikasi. Harus ada QR Code," pungkasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Pusat memutuskan untuk mulai melakukan uji coba pembukaan bisokop. Uji coba ini berlaku bagi daerah-daerah PPKM Level 2 dan Level 3.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, kapasitas maksimal bioskop hanya diizinkan 50 persen.

"Pembukaan bioskop dengan kapasitas maksimal 50 persen pada kota-kota level 3 dan level 2," ujar Luhut dalam konferensi pers virtual, Senin (13/9/2021) malam.

Kemudian, lanjut Luhut, area bioskop diwajibkan menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Hanya pelanggan yang berkategori hijau yang diizinkan memasuki area bioskop.

"Namun dengan kewajiban penggunaan aplikasi PeduliLindungi serta penerapan protokol kesehatan yang ketat. Hanya yang kategori hijau lah yang dapat memasuki area bioskop," jelasnya.

Luhut yang juga Koordinator PPKM Jawa-Bali menuturkan, pembukaan bioskop ini melihat dari penerapan perpanjangan PPKM Level 4, 3 dan 2 yang dilakukan sejak tanggal 6-13 September 2021, di mana perkembangan kasus secara nasional terus menunjukkan perbaikan yang sangat signifikan dan capaian yang terus membaik. []