Lifestyle

Bingung Pilih Perhiasan? Berikut Saran Ahli


Bingung Pilih Perhiasan? Berikut Saran Ahli
Perhiasan ewas berwarna dari pusat emas UBS (AKURAT.CO/Abdul Haris)

AKURAT.CO, Tidak sedikit orang yang merasa bingung dan galau untuk menentukan pilihan ketika hendak membeli sebuah perhiasan. Hal tersebut memang wajar dialami, karena membeli perhiasan bukanlah hal yang rutin dilakukan, terlebih harganya juga tidak murah.

Namun, terlalu lama memilih perhiasan yang diinginkan juga tidak baik dan tidak akan pernah ada ujungnya. Bagi kamu yang merasa mengalami hal seperti itu, Fashion Director, Bimo Permadi, memiliki saran untuk mengatasinya.

"Jadi buat para wanita, jangan selalu pusing dan bingung saat memilih perhiasan. Kalau aku, selalu melihat perhiasan itu dengan cepat. Jadi jangan dilihat satu-satu perhiasannya, memang bikin bingung. Jadi kalau misalnya kita diminta memilih jewelry, kita harus lihat cepat; mana yang paling cepat menangkap mata kita karena dari setumpuk misalnya cincin, semua pasti ada salah satu yang memanggil kita untuk dipilih dalam tanda kutip," ujar Bimo kepada AkuratTren baru-baru ini di Jakarta.

Bimo juga mengatakan bahwa semua perhiasan yang dijual di pasaran itu tidak ada yang jelek. Hanya saja, selera orang yang berbeda memengaruhi hal itu.

"Jika kualitas perhiasannya bagus dan punya merek yang ternama, itu pasti gak mungkin jelek. Jadi pada intinya, jangan pernah ragu untuk langsung memilih karena cover jewelry sebetulnya intimidatif. Tapi sebetulnya, hal yang paling penting juga selanjutnya adalah mencoba perhiasannya setelah dipilih. Karena kita tidak pernah tahu kalau tidak mencoba," tambahnya.

Setelah mencoba perhiasan yang dipilih, kamu juga perlu ngaca, saat perhiasan itu menempel di tubuhmu.

"Jadi kalo kita bisa mencoba perhiasannya setelah itu, kita berkaca melihat diri kita. Itu juga sebetulnya salah satu dari fashion juga. Jadi kita bergaya, kita harus sering mengaca, memang benar kalau kita mau latihan dalam fashion harus banyak berkaca karena kaca itu tidak pernah bohong," tutupnya.[]