Rahmah

Bincang Hikmah; Teladan Hidup Nabi Melalui Peristiwa Isra Mi'raj

Begini peristiwa penting dalam isra mi'raj


Bincang Hikmah; Teladan Hidup Nabi Melalui Peristiwa Isra Mi'raj
Muhammad Zen (Akurat.co/Lufaefi)

AKURAT.CO Bincang Hikmah, Kamis (11/03/2021), diselenggarakan dengan mengangkat tema "Isra Mi'raj sebagai Panduan Tata Kelola Kehidupan Muslim". Program tersebut diselenggarakan oleh Akurat.co dengan menghadirkan Muhammad Zen, Ketua Asosiai Da'i Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Zen, sapaan Muhammad Zen menyampaikan bahwa peristiwa isra mi'raj merupakan peristiwa yang perlu diyakini dengan keimanan, tak sekadar nalar. "Isra mi'raj secara nalar memang tidak masuk akal, bagaimana mungkin perjalanan dari Makkah ke Palestina dan ke Sidratul Muntaha dalam satu malam saja." Kaya Zen.

Meskipun demikian, lanjut Zen, demikian itu merupakan peristiwa yang bisa dipercaya jika iman kita kuat. Sebab peristiwa tersebut merupakan bentuk iradah Allah, yang bukan merupakan hal mustahil untuk terjadi, apalagi pada diri nabi. Maka wajar, sambung Zen, jika Sahabat Abu Bakar pun meyakininya.

Selain Abu Bakar, kata Zen, sahabat-sahabat yang lain juga kemudian meyakini peristiwa tersebut. Semua itu karena keimanan mereka. Demikian menurutnya.

Zen juga memaparkan bahwa peristiwa yang cukup penting dalam kejadian isra mi'raj itu ialah ketika Nabi Muhammad menjadi imam bagi para nabi yang lain. "Ketika isra mi'raj Nabi Muhammad menjadi imam bagi para nabi lainnya. Itu salah satunya disebut dalam Tafsir Al-Qur'an al-Azhim, karya Ibn Katsir." Kata Zen.

Peristiwa isra mi'raj merupakan serangkaian peristiwa yang juga banyak mengandung hikmah bagi kehidupan umat manusia. Dengan diturunkannya salat, kata Zen, manusia diminta tidak hanya saleh secara fikih, tetapi juga secara sosial.

"Salat merupakan oleh-oleh nabi saat isra mi'raj. Dalam salat yang khusyu, sebagaimana disebutkan di dalam Al-Qur'an surah Al-Ma'an, seseorang akan secara otomatis melakukan kepedulian sosial, seperti menolong anak yatim, fakir miskin, dan peduli terhadap masalah sosial yang mengitarinya." Katanya lagi.

Zen pun menyebutkan, jika ada orang yang melakukan salat namun kepedulian sosialnya lemah, itu bukti bahwa salatnya belum sempurna, belum dipenuhi syarat-syarat dan rukunnya secara maksimal. Sehingga salatnya belum membekas pada akhlak sosial di kehidupannya.

Bincang Hikmah ini diselenggarakan melalui Zoom, dengan dihadiri ratusan peserta.[]