Rahmah

Bincang Hikmah; Pendidikan untuk Manusia yang Berkarakter

Yuk, berkarakter dalam pendidikan


Bincang Hikmah; Pendidikan untuk Manusia yang Berkarakter
Kamaruddin Hasan (AKURAT.CO/Lufaefi)

AKURAT.CO Minggu (17/01/2021) program Bincang Hikmah kembali diselenggarakan oleh Akurat.co dan Akurat Poll dengan membincangkan soal pendidikan yang berkarakter. Disiarkan live zoom dan melalui kanal YouTube Akurat.co dan Akurat Poll, program tersebut mengangkat tema "Bincang Hikmah; Pendidikan untuk Manusia yang Berkarakter".

Hadir sebagai narasumber, yaitu Kamaruddin Hasan, ketua STIA Al-Gazali, Barru, Sulawesi Selatan. Dalam penyampaiannya, beliau mengatakan bahwa pendidikan merupakan hal penting yang perlu diperhatikan oleh semua elemen. Bukan saja pemerintah sebagai leading sector, tatapi juga masyarakat secara umum.

Pemerhati pendidikan itu juga menyebut, apa yang dilakukannya saat ini terkait pendidikan ialah bukan hanya dari sisi normatif belaka, tetapi juga adanya harmonisasi terhadap budaya lokal. "Pendidikan yang baik mestinya juga memperhatikan budaya lokal masyarakat, inklusif, bukan malah mempertentangkan keduanya." sebut Kamaruddin.

Selama pengalamannya menjadi pemerhati pendidikan, laki-laki asal Sulawesi Selatan ini juga misalnya tetap memperhatikan nilai-nilai budaya yang ada di daerahnya dengan sistem pendidikan yang dicanangkan pemerintah. Selain juga menurutnya, suatu pendidikan harus mampu membuat peserta didik nyaman dengan prosesnya.

Selain itu, Kamaruddin memberikan konsepsi tentang pendidikan karakter yang baik. Menurutnya, pendidikan karakter bukan sekadar memadukan semua pelajaran di sekolah atau universitas dengan pelajaran-pelajaran soal akhlak. Tetapi juga kolaborasi antara guru dengan pelajaran yang ada. "Pendidikan karakter yang baik harusnya mengkolaborasikan karakter guru dengan apa yang ada di pelajaran, untuk dicontoh peserta didik." sambungnya.

Dalam program Bincang Hikmah yang disiarkan via zoom dan YouTube Akurat.co dan Akurat Poll itu, Kanaruddin berharap, agar pendidikan, khususnya di masa pandemi, harus lebih diperhatikan oleh semua elemen. Tidak saja oleh orang tua yang menemani siswa belajar di rumah, sambung dia, tetapi juga guru dan semuanya.[]