Rahmah

Bincang Hikmah, Amany Lubis: Agama Islam Sarat Kepedulian Sosial

Islam memiliki konsep kepedulian sosial yang amat tinggi


Bincang Hikmah, Amany Lubis: Agama Islam Sarat Kepedulian Sosial
Amany Lubis dalam Bincang Hikmah (AKURAT.CO/Lufaefi)

AKURAT.CO, Minggu (20/12/2020) Bincang Hikmah kembali diselenggarakan atas kerjasama Akurat.co dan Akurat Poll. Hadir sebagai narasumber pada kali ini, Amany Burhanudin Lubus, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

Program Bincang Hikmah pada minggu ini mengangkat tema "Islam yang Peduli, Islam yang Memberi Solusi". Tema tersebut, sebagaimana dikatakan host Abdul Mu'id Nawawi, untuk menggali inspirasi Islam tentang kepedulian sosial, khususnya di masa-masa pandemi Covid-19.

Dalam penyampaiannya, Amany, panggilan Amany Burhanudin Lubis, menegaskan bahwa Islam memang sarat akan kepedulian sosial. "Bukti bahwa Islam merupakan agama yang sarat kepedulian sosial Al-Qur'an yang diturunkan selama waktu 23 tahun itu telah berinteraksi dengan masyarakat pada saat itu." tegasnya.

Ia juga menyatakan bahwa tidak hanya dilihat dari sisi kurun waktu saja. Ayat-ayat Al-Qur'an, sambung Amany, banyak yang berbicara soal kepedulian sosial. Ia mencontohkan surah Al-Ikhlas, yang walaupun isi kandungannya secara umum tentang ketauhidan kepada Allah, namun ada sisi-sisi kemanusiaan di dalamnya.

"Allahu As-Shomad; Allah Maha Kuat. Atau Lam Yalid Walam Yulad; Allah tidak melahirkan dan tidak dilahirkan. Jika kita resapi secara mendalam, di dalamnya ada sisi-sisi kemanusiaan. Yaitu bahwa Tuhan merupakan Dzat Yang Maha Kuat, di mana sifat ini juga dimiliki oleh manusia, meskipun tentu berbeda antara sifat Allah dan manusia dalam konteks ini." sambungnya.

Selain itu, kata dia, Surah Al-Ikhlas ini juga memberi makna bahwa Tuhan tidak seperti apa yang menjadi budaya manusia, seperti melahirkan dan dilahirkan. Semua itu, lanjut Amany, sebagai salah satu bukti bahwa Al-Qur'an diturunkan ke muka bumi bukan hanya soal ketauhidan, tetapi juga sarat akan kemanusiaan, kepedulian sosial.

Amany, Guru Besar Politik Islam itu juga menegaskan bahwa pada dasarnya setiap manusia memiliki jiwa sosial. Dalam hatinya selalu ada rasa dan keinginan untuk membantu sama lain. Minimal, sambungnya, dalam konteks keluarga, di mana satu sama lain pasti membantu pihak keluarga yang kekurangan.

Mengutip surah Quraisy, Amany juga menyebutkan bahwa surah tersebut memiliki pesan dan makna yang mendalam soal kepedulian sosial. Kalau kita lihat ayatnya, kata Amany, diawali dengan penyebutan suku Quraisy. Suku ini dikenal sebagai suku yang maju dalam sistem ekonomi, hukum, sosial dan lainnya.

"Surah Quraisy memberikan isyarat agar kita menjadi orang yang maju, kalau bisa kaya dalam ekonomi dan maju dalam hukum dan sosial. Setelah itu kemudian peduli kepada sesama, peduli dalam bentuk menutup kesempatan adanya orang yang kelaparan (jû') dan ketakutan (khaûf) sebagaimana esensi ayat terakhir surah ini." katanya.