Olahraga

Bima Minta Pasukannya Tidak Terbawa Ueforia Kemenangan

Timnas Indonesia keluar sebagai juara Grup A usai menyingkirkan Vietnam di laga terakhir fase grup.


Bima Minta Pasukannya Tidak Terbawa Ueforia Kemenangan
Bima Sakti dipercaya Shin Tae-yong untuk memimpin latihan perdana Timnas Indonesia U-23 di Jakarta. (PSSI)

AKURAT.CO, Pelatih Timnas Indonesia U-16, Bima Sakti meminta pasukannya untuk tetap fokus menatap dua pertandingan sisa, laga semifinal dan final. Dia tidak ingin pemainnya terbawa euforia kemenangan.

Garuda Asia baru saja meraih kemenangan 2-1 atas Vietnam pada partai terakhir grup A Piala AFF U-16 2022 di stadiona Maguwoharjo.

"Saya pikir ini pembelajaran untuk pemain. Kami sebagai tim pelatih dan ofisial sudah mengedukasi mereka, memberi ilmu kepada mereka, memposisikan diri kami sebagai orang tua, kakak, atau teman bagi mereka," kata Bima.

baca juga:

"Bukan hanya ilmu bola saja, tapi di luar lapangan itu sangat penting agar mereka bisa belajar."

Ternyata bukan itu saja peraturan-peraturan yang diterapkan Bima Sakti untuk pasukannya. Selain menerapkan peraturan ketat terkait penggunaan hand phone, Bima juga sangat disiplin terkait ibadah anak-anak asuhnya.

"Penggunaan telepon seluler kami batasi. Selain itu juga menjaga disiplin mereka dengan ibadah bersama. Untuk yang nonmuslim, setiap hari minggu kami memberi kesemppatan ke gereja," jelas Bima.

"Contoh lain untuk Krisna (I Komang Ananta Krisna Putra) setiap minggu kita antar dia naik mobil ke Pura. Terpenting adalah itu, ibadah mereka. Kami juga edukasi ke pemain untuk jangan cepat puas, jangan sombong.

Hal-hal seperti itu juga ternyata terbawa dan terpatri di salah satu pemain di tim Bima sebelumnya. Marselino Ferdinan baru saja mengucapkan selamat kepadanya lewat whatsapp.

Bima berharap, hal tersebut bisa dijadikan contoh, mudah-mudahan ada Marselino-Marselino muda lainnya yang bisa meneruskan tradisi seperti itu di timnas Indonesia U-16.

Dua tradisi terakhir di tim ini adalah membawa jersey Alfin Lestaluhu dan menempatkan foto-foto orang tua pemain di ruang ganti.

"Melihat mental dan emosi anak-anak ini yang masih labil, serta kadang suka mengingat orang tua mereka. Maka saya dan tim pelatih serta ofisial sepakat untuk menaruh foto-foto orang tua para pemain di ruang ganti pemain," kata Bima.

"Agar mereka bisa terus mengingat kedua orang yang telah melahirkan dan membesarkan mereka selama ini, serta berdoa untuk kedua orang tuanya."[]