News

Biksu Myanmar Pembenci Islam Dibebaskan dari Kasus Hukum, Ini Rekam Jejaknya

Wirathu pernah dijuluki oleh Majalah Time sebagai 'Duta Teroris Buddha' karena berperan dalam membangkitkan kebencian agama di Myanmar.


Biksu Myanmar Pembenci Islam Dibebaskan dari Kasus Hukum, Ini Rekam Jejaknya
Wirathu mendirikan organisasi nasionalis yang dituduh menghasut kekerasan terhadap Muslim dan berhasil melobi undang-undang yang mempersulit pernikahan beda agama. (Foto: Associated Press) ()

AKURAT.CO, Militer Myanmar telah membebaskan Wirathu, seorang biksu Buddha nasionalis yang terkenal karena kecaman anti-Muslimnya. Ia bebas usai tuduhan yang diajukan oleh pemerintah terguling Aung San Suu Kyi dibatalkan.

Dilansir dari Al Jazeera, Wirathu pernah dijuluki oleh Majalah Time sebagai 'Duta Teroris Buddha' karena berperan dalam membangkitkan kebencian agama di Myanmar. Menurut pernyataan militer pada Senin (6/9), ia dibebaskan setelah semua tuduhan terhadapnya dibatalkan.

"Ia sedang dirawat di rumah sakit militer," tambahnya, tanpa dibeberkan detailnya.

Pria yang berasal dari pusat kota Mandalay ini terlibat dalam kelompok anti-Muslim 969 pada 2001 dan pertama kali dipenjara pada 2003. Dibebaskan pada 2010, ia menjadi tenar 2 tahun kemudian setelah meletus kerusuhan antara umat Buddha dan etnis minoritas Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine.

Wirathu juga mendirikan organisasi nasionalis yang dituduh menghasut kekerasan terhadap Muslim. Organisasinya pun berhasil melobi undang-undang yang mempersulit pernikahan beda agama.

Pada 2017, otoritas tertinggi Buddha Myanmar melarangnya berkhotbah selama 1 tahun karena cibirannya. Facebook juga menutup akunnya pada 2018.

Biksu Myanmar Pembenci Islam Dibebaskan dari Kasus Hukum, Ini Rekam Jejaknya - Foto 1
Twitter/waiwainu

Namun, biksu berusia 53 tahun ini masih menjadi anggota tetap dalam aksi protes nasionalis. Dalam unjuk rasa itu, ia menuduh pemerintah Aung San Suu Kyi melakukan korupsi dan kesal terhadap upayanya yang gagal untuk mengubah konstitusi yang dirancang militer.

Wirathu pun dipenjara akhir tahun lalu usai menyerahkan diri atas tuduhan pada Mei 2019. Ia dituduh mencoba menghasut kebencian atau penghinaan serta provokasi ketidakpuasan terhadap pemerintah saat itu.

Pria ini mampu membangun prasangka umum di Myanmar yang mayoritas beragama Buddha terhadap Muslim Rohingya yang dianggap sebagai migran dari Bangladesh. Padahal, banyak dari keluarga tersebut telah tinggal di Myanmar selama beberapa generasi.

Pada tahun 2017, serangan oleh kelompok bersenjata Rohingya di pos polisi Myanmar memicu tindakan keras militer yang sadis. Akibatnya, ratusan ribu etnis Rohingya melarikan diri ke Bangladesh dan kini menjadi subjek kasus genosida di Mahkamah Internasional.

Wirathu juga punya banyak pengikut dan diyakini memiliki hubungan dekat dengan militer. Namun, dalam sebuah video yang dirilis di media sosial saat ia dibui, ia mengeluh pahitnya perlakuan oleh pemerintah yang dibentuk oleh militer.

Menurut Myanmar Now, sebuah kelompok media independen, Wirathu telah 'diampuni' oleh militer di tengah kampanye pembebasannya oleh para pendukung nasionalis. Media itu juga mengutip pernyataan seorang pendukungnya bahwa biksu itu menderita Covid-19 dan dalam kondisi sakit. []