Entertainment

Bikin Warganet Kesal, Atta Halilintar Unggah Postingan Berisi Candaan Soal Reynhard Sinaga


Bikin Warganet Kesal, Atta Halilintar Unggah Postingan Berisi Candaan Soal Reynhard Sinaga
Pengusaha dan YouTuber Atta Halilintar saat gelar wicara dalam acara Smartfren WOW Fest di Ecovention Ancol, Jakarta, Minggu (10/11/2019). Dalam acara yang bertajuk 'Tentukan Bisnis Masa Depan Anda Sendiri: Untuk Generasi Sekarang, Kaesang dan Atta Halilintar berbagi pengalamannya sebagai pebisnis muda. (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, YouTuber kondang Tanah Air, Atta Halilintar kembali mencuri perhatian jagat maya dengan postingannya di Instagram. Pasalnya, Atta terlihat membagikan ulang postingan berisi candaan soal kasus Reynhard Sinaga.

Lelucon tersebut menggambarkan rudal dari tiga negara, yakni Amerika, Iran, dan Indonesia, yang memiliki dampak berbeda.

"Rudal Amerika menyerang Iran, korban 1 orang jendral. Rudal Iran menyerang Amerika, Korban 80 tentara. Rudal Indonesia menyerang Inggris. Korban 195 pria," tertulis dalam candaan yang dibagikan Atta," demikian bunyi postingan Atta tersebut.

"Rusyakk," tulis Atta Halilintar menyertai postingan tersebut, dikutip Sabtu (11/1).

Atta Halilintar. INSTAGRAM.COM/attahalilintar

Postingan Atta ini tiba-tiba saja heboh di jagat maya usai dibagikan ulang oleh sebuah akun gosip. Warganet menilai jika candaan Atta tersebut tidak lucu lantaran dapat menyakiti perasaan para korban maupun keluarga Reynhard.

"Miris banget, hal2 gini dijadiin candaan sama," ucap Yun****hjl.

"Gak mikirin prasaan korban apa ya. Tega bgt sih," seru NadiY*****un.

"Tiga hal yang gak banget dijadiin candaa. Gak mikirin korban apa ya," kata On****hn.

"Kaya gitu di buat lucu2an...miris sih. g tau apa gimana rasanya jd si korban," komentar A***sa_muaziah.

Hingga saat ini, Atta belum memberikan komentar apapun terkait postingannya tersebut.

Diketahui, Reynhard Sinaga dihukum seumur hidup setelah terbukti bersalah dalam 159 kasus pemerkosaan dan serangan seksual terhadap 48 pria. Reynhard melakukan kejahatan tersebut dalam kurun waktu 2,5 tahun atau sejak 1 Januari 2015 hingga 2 Juni 2017.

Semua korbannya merupakan pria Inggris berkulit putih, berusia antara 17-36 tahun, dan mayoritas adalah Heteroseksual dan tiga Homoseksual.[]

Riandar Fata Hudaya

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu