Rahmah

Bikin Ngakak, Abu Nawas Hanya Tersenyum Melihat Sikap Pengemis kepada Majikannya

Abu Nawas tidak memberikan makanan kepada pengemis itu, tetapi ia mengajukan beberapa pertanyaan kepadanya.


Bikin Ngakak,  Abu Nawas Hanya Tersenyum Melihat Sikap Pengemis kepada Majikannya
Ilustrasi Abu Nawas dan kawan-kawannya (pinterest.com)

AKURAT.CO  Suatu ketika, Abu Nawas bertemu seorang pengemis laki-laki. Pengemis itu meminta makanan kepada Abu Nawas karena sudah lama ia tidak makan. Namun Abu Nawas tidak memberikannya, tetapi ia mengajukan beberapa pertanyaan kepada pengemis itu.

"Kenapa engkau mengemis? apa engkau tidak mempunyai pekerjaan?" tanya Abu Nawas.

"Ma'af Tuan, saya sudah lama mencari pekerjaan, tapi belum juga ada yang mau menerima saya bekerja," jawab pengemis itu.

"Jika aku beri pekerjaaan apakah engkau mau bekerja meskipun pekerjaan itu berat?" tanya Abu Nawas lagi.

"Mau Tuan, apa saja yang penting halal," jawab si pengemis sambil mengangguk.

Setelah percakapan itu, Abu Nawas segera mengajak pengemis itu menemui seorang sahabatnya untuk diberi pekerjaan. Pengemis itu akhirnya mendapat pekerjaan, ia diminta mencabuti rumput di kebun sahabat Abu Nawas. 

Ternyata, pengemis itu merupakan seorang pekerja yang sangat rajin dan tangkas. Dalam waktu singkat saja, pekerjaannya pun selesai.

Melihat pekerjaan pengemis itu yang begitu cepat membuat sahabat Abu Nawas merasa kagum, ia pun berencana memberikan pekerjaan yang lebih serius untuk pengemis tersebut. Akhirnya ia memberi pekerjaan baru untuk pengemis tersebut yaitu pekerjaan memisahkan satu keranjang kurma menjadi tiga bagian.

Namun ada satu kesalahan sabahat Abu Nawas, ia lupa menjelaskan kepada pengemis itu apa yang harus dilakukan yaitu memisahkan kurma bagus, kurang bagus dan kurma yang busuk. Ia hanya memberikan satu keranjang besar penuh kurma dan tiga keranjang kecil yang kosong, lalu pergi meninggalkan pengemis tersebut tanpa memberikan peraturan itu.

Keesokan harinya, Abu Nawas datang ke rumah sahabatnya, Abu Nawas menanyakan kabar dari pengemis itu. Sahabat Abu Nawas kemudian menjelaskan bahwa pengemis itu sangat rajin dan terampil dalam bekerja mencabut rumput di kebun, sehingga dirinya merasa kagum dan menyimpulkan bahwa pengemis itu adalah pekerja yang baik. Oleh karena itu ia memberikan pekerjaan yang lebih serius kepadanya.

"Sekarang dia bekerja apa?"  tanya Abu Nawas heran.

"Tadi malam dia saya suruh untuk memisahkan kurma-kurma menjadi tiga bagian. Mari kita ke sana untuk melihatnya, tentu sudah selesai pekerjaannya itu," kata sahabat.

Setelah mereka sampai ke tempat pengemis itu bekerja, mereka sangat kaget ketika melihat pengemis itu sedang tidur dengan pulas, ia sama sekali tidak melakukan pekerjaan yang diperintahkan sahabat Abu Nawas. Melihat hal itu membuat sahabat Abu Nawas merasa kesal dan segera membangunkan si pengemis dari tidurnya dan berkata,

"Kenapa engkau tidak menyelesaikan pekerjaanmu yang semalam," tanya sahabat.

"Maaf tuan, kalau hanya memindahkan kurma, sesungguhnya itu mudah, yang sulit adalah membuat keputusan mana kurma yang baik, kurang baik dan busuk, karena saya tidak diberitahu sebelumnya," jawab pengemis.

"Sungguh itu tidak terpikirkan olehku," kata sahabat Abu Nawas.

Abu Nawas hanya tersenyum melihat kejadian itu.

Ia pun menegur sahabatnya karena hanya bisa memberikan tugas saja, tetapi tidak dengan memberi penjelasan yang baik sebelumnya.[]