News

Bikin Mewek, begini Kisah Cinta Tragis Pierre Tendean dan Rukmini


Bikin Mewek, begini Kisah Cinta Tragis Pierre Tendean dan Rukmini
Kisah cinta Pierre Tendean dan Rukmini. (Twitter/Mazzini_Guisepe)

AKURAT.CO Orang banyak mengetahui nama Kapten Pierre Tendean sebagai salah satu tentara yang gugur dalam gerakan pengkhianatan G30S pada tahun 1965. Ia yang merupakan ajudan dari Jenderal AH Nasution tewas setelah mengalami luka tembak di dada dan lehernya.

Kematiannya memang tergolong tragis, namun kisah cinta tentara berdarah Prancis itu juga tak kalah tragis. Seperti diceritakan oleh akun Twitter @mazzini_guisepe dalam utasnya yang berdasar pada buku Pierre Tendean karya Masykuri. Kisah cintanya dengan gadis bernama Rukmini penuh liku-liku sebelum akhirnya dipisahkan oleh maut yang merenggut Pierre Tendean.

Pierre pertama kali bertemu dengan Rukmini saat pria kelahiran tahun 1939 itu ditugaskan sebagai Komandan Peleton Batalyon Tempur 2 Kodam Bukit Barisan di Medan pada 1963. Saat tak bertugas, ia diajak temannya berkunjung ke rumah Chaimin, salah satu tokoh terpandang di sana. Ia kemudian bertemu dengan Rukmini, anak dari Chaimin.

"Pierre yang dikenal cuek walaupun banyak digandrungi gadis-gadis semasa menjadi taruna, kala itu menjadi tertarik kepada Rukmini. Ketertarikan Pierre tak lain adalah karena sikap Rukmini yang lemah lembut, pemalu, dan tutur kata yang sopan," terang @mazzini_giusepe.

Sedangkan Rukmini jatuh hati kepada Pierre bukan saja karena ketampanannya, tapi sikap humoris dan kecerdasan yang dimiliki oleh Pierre muda. Dari hari ke hari, kedekatan mereka semakin terasa, hingga akhirnya keduanya memutuskan menjalin kasih. Namun, ada masalah menghadang. Apa itu?

"Kisah cinta mereka sempat terhalang restu orang tua karena perbedaan agama. Kebersamaan sepasang kekasih ini juga harus terpisah karena Pierre mendapat panggilan sekolah intelijen untuk ditugaskan ke operasi Dwikora," lanjut @mazzini_giusepe.

Setelah menamatkan pendidikan intelijen, Pierre ditugaskan dalam operasi Dwikora memimpin pasukan relawan untuk mengadakan penyusupan ke wilayah Malaysia. Hal tersebut berdasakan Surat Perintah No. 507/11/1963, dirinya diperbantukan untuk Dinas Pusat Intelijen Angkatan Darat.

Namun karena merasa tugas yang dipikul Pierre terlalu berat, sang ibu yang punya hubungan pertemanan dengan mertua dari Jenderal AH Nasution kemudian mengajukan penarikan tugas bagi anak lelaki satu-satunya itu.

"Ibunda Pierre juga mengajukan hal serupa kepada Mayjen Dendi Kadarsan yang kenal dengan Pierre ketika menjadi taruna. Permohonan tersebut dikabulkan, lalu Pierre menjadi rebutan para Jenderal untuk dijadikan ajudan akibat kedisiplinan dan kecerdasannya," terang @mazzini_giusepe.