Rahmah

Bikin Merinding! Kisah Mayat Sang Penegak Hukum yang Baunya Sangat Busuk

Jangan dibaca jika tidak kuat menahan kesereman kisah ini!


Bikin Merinding! Kisah Mayat Sang Penegak Hukum yang Baunya Sangat Busuk
Ilustrasi kerangka manusia dan menggali kuburan

AKURAT.CO Dikutip dari NU Online sebagaimana didapatkan dari penjelasan Imam Nawawi dalam kitab Nasaihul Ibad, sebuah kisah dramatis antara penegak hukum atau hakim dengan seorang pencuri kain kafan.

Suatu ketika akan menemukan ajalnya, sang penegak hukum khawatir akan apa yang akan dilakukan pencuri kain kafan. Sang hakim tau siapa yang biasa mencuri kain kafan, hingga akhirnya ia memanggilnya. Ia membayar pencuri itu seharga kain kafannya, dengan syarat ia tak ambil kain kafannya saat ia sudah wafat nanti.

Namun sang pencuri itu tak mengindahkan perjanjiannya. Ia justru tetap akan melakukan itu. Istrinya akan mencegatpun tidak mampu. Ia tetap menggali kuburan sang hakim itu ketika sudah wafat.

baca juga:

Saat sudah mengeruk makamnya, tiba-tiba ia mendengar bisikan malaikat yang sangat aneh dan baru mendengarnya. Sang malaikat meminta agar ia mencium bau pada kaki mayat sang hakim. Namun, tidak ada yang ia temukan karena memang kakinya digunakan untuk melangkah kebaikan.

Maka kemudian malaikat memintanya untuk mencium tangan dan perutnya. Maka ia pun menciuminya, namun sama tidak ada bau aneh darinya. Maka kemudian ia sampai mencium bagian telinganya. Ia temukan, satu telinga tidak ada bau aneh namun satu telingan lain sangat bau busuk.

Sang malaikat mengatakan bahwa itu sebagai tanda bahwa dahulu saat di dunia sering menghukumi sesuatu dengan tidak adil. Sering merugikan salah satu pihak dalam memberi hukuman.

Maka malaikat memintanya untuk meniupnya. Namun ketika ia meniup telinganya, kemudian api keluar hingga memenuhi kuburan. Maka seketika itu sang pencuri itu buta.

Kisah ini memberi hikmah bahwa di dalam memberikan hukum harus adil. Tidak boleh ada orang yang dirugikan di dalam penentuan hukum. Semoga kita bisa menjadi orang yang adil di dalam memberikan keputusan di dunia. Amin.[]

0 Comments

Leave a comment

Sorry, you mush first