News

Bikin Malu! Ade Armando Bela Debitur Nakal Bank Mandiri

Bikin Malu! Ade Armando Bela Debitur Nakal Bank Mandiri
Dosen Universitas Indonesia Ade Armando (Tangkapan layar video YouTube CokroTV)

AKURAT.CO, Ketua Umum FSP BUMN Bersatu Arief Poyuono menyindir pembelaan dosen Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia (UI) Ade Armando ke PT Titan Infra Energy yang tidak membayar cicilan kredit senilai US$ 450 juta dolar kepada kreditur sindikasi.

Dalam video yang diunggah akun YouTube Cokro TV, Ade menyebut Bank Mandiri sebagai salah satu kreditur sindikasi PT Titan Infra Energy tak bisa diharapkan menjadi BUMN yang membanggakan. Dia menyebut Bank Mandiri berusaha membangkrutkan Titan Infra Energy dengan harapan agar sahamnya diambil alih oleh investor baru.

Pembelaan Ade terhadap Titan Infra Energy disesalkan banyak pihak termasuk Arief Poyuono. Dia menilai narasi yang dibangun Ade bertujuan agar Titan Infra Energy yang kreditnya macet sejak 2020 mendapat simpati publik. Arief menyebut Ade yang tidak paham sistem perbankan sudah beralih profesi menjadi buzzer debitur nakal.

baca juga:

"Yang namanya debitur utang sama bank ya punya kewajiban untuk membayar. Jika tidak mampu bayar, bank pemberi kredit punya hak untuk melakukan lelang jaminan debitur. Hukum ini sudah baku di dunia perbankan," kata Arief kepada wartawan, Selasa (28/9/2022).

Arief mengungkapkan, restruktur utang yang dimohon Titan Infra Energy dengan mengunakan aturan relaksasi perbankan saat Covid-19 tidak wajib dikabulkan Bank Mandiri.

"Itu semua bergantung pada penilaian Bank Mandiri sebagai head consorsium pemberi kredit pada PT Titan Infra Energi. Sebab yang tahu kemampuan debitur untuk bisa menyelesaikan pinjamannya," katanya.

Arief mengatakan Titan Infra Energy menjadikan POJK Nomor 11 Tahun 2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional sebagai dampak pandemi Covid-19 sebagai dasar untuk tidak membayar angsuran dan bunga kredit pada Bank Mandiri. Sementara OJK telah menyampaikan bahwa persoalan restrukturisasi kredit diserahkan kepada kebijakan masing-masing bank sebab bank yang lebih memahami profil dan risiko masing-masing nasabahnya.

"Jadi engak perlu buzzer Ade Armando yang tidak tahu tentang perbankan memojokan Bank Mandiri sebagai pihak yang dirugikan, hingga mengatakan Bank Mandiri menzolimi PT Titan Infra Energy," ujarnya.

Ia menambahkan persoalannya sederahan. Pertama Titan Infra Energy tidak bayar angsuran hutang pada Bank Mandiri sejak 2020 tapi mampu membagikan deviden pada pemegang sahamnya.