Rahmah

Bikin Kagum! Ini Keajaiban Salawat Menurut Gus Miftah

Bikin Kagum! Ini Keajaiban Salawat Menurut Gus Miftah
Gus Miftah (Wartaekonomi)

AKURAT.CO KH Miftah Maulana Habiburrahman atau lebih dikenal dengan Gus Miftah adalah seorang ulama, da'i, dan pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman, Yogyakarta. Ia merupakan keturunan ke-9 Kiai Ageng Hasan Besari, pendiri Pesantren Tegalsari di Ponorogo. 

Dalam salah satu video yang diunggah akun Facebook Sahabat Gus Miftah, pada 22 Oktober 2019, Gus Miftah menjelaskan tentang keajaiban salawat. Yang itu perlu banyak dibaca oleh orang-orang Islam.

Suatu hari kata beliau, ada seorang laki-laki yang wafat. Ia kemudian diurus kewajibannya, yaitu dimandikan, dikafani, disalati, dan hendak dikuburkan. Namun ketika akan dimakamkan keadaan sudah malam sehingga ditunda besok paginya.

baca juga:

Yang membuat mengherankan, wajah lelaki yang wafat itu hitam. Sehingga sebagian orang menduga kalau kematiannya su'ul khotimah. Seperti ia memiliki kesalahan besar yang belum diampuni.

Ketika itu, anak-anak dari seorang laki-laki yang wafat tersebut terus membacakan surah Yasin, hingga larut malam. Karena saking lamanya, mereka ketiduran, sambil menunggu waktu lagi agar jenazah ayahnya dimakamkan.

Namun dalam mimpinya, seorang anak dari lelaki yang wafat itu bertemu dengan nabi Muhammad. Beliau datang dan kemudian mengusap wajah ayahnya itu. Seketika kemudian wajahnya menjadi putih berseri dan seperti tanpa dosa.

Kemudian anak itu dalam mimpinya bertanya, apa yang membuat ayahnya itu diusap wajahnya sehingga kemudian wajahnya berubah menjadi putih berseri. Nabi kemudian menjawab karena di masa hidupnya ia sering membaca salawat kepada diri Nabi.

Tidak lama kemudian anak itu bangun dari tidurnya. Karena penasaran dengan mimpinya itu, maka ia langsung terbangun dan melihat wajah ayahnya. Dan ajaibnya, wajah ayahnya yang sebelumnya hitam benar berubah menjadi putih berseri.

Menurut Gus Miftah, itu adalah keberkahan dan keajaiban dari salawat. Semoga kita semua juga bisa istikamah dalam melantunkan salawat kepada Baginda Rasulullah SAW.[]

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu