News

Bikin Ilmuwan Tercengang, Dampak Erupsi Gunung Tonga Sampai ke Antariksa Saking Dahsyatnya

Erupsi gunung berapi Hunga Tonga-Hunga Ha'apai mengirimkan angin badai dan arus listrik ke tepi ruang angkasa.


Bikin Ilmuwan Tercengang, Dampak Erupsi Gunung Tonga Sampai ke Antariksa Saking Dahsyatnya
Citra satelit erupsi gunung Hunga Tonga-Hunga Ha'apai di dekat Tonga pada 15 Januari (Satelit GOES-West NOAA via United Press International)

AKURAT.CO Letusan dahsyat gunung berapi di dekat Tonga pada Januari ternyata berdampak sampai ke tepi ruang angkasa, menurut analisis data NASA yang dirilis Selasa (10/5).

Dilansir dari United Press International, gunung berapi Hunga Tonga-Hunga Ha'apai meletus 15 Januari. Akibatnya, gumpalan besar abu membumbung sampai sekitar 41,8 km menuju atmosfer dan menciptakan gelombang kejut yang bergerak sekitar 304,8 meter per detik. Erupsi ini juga berdampak pada atmosfer dengan mencapai ionosfer di seluruh dunia, menurut makalah yang diterbitkan dalam jurnal Geophysical Research Letters.

Menurut tim peneliti, data NASA menunjukkan erupsi gunung berapi tersebut mengirimkan angin kencang ke lapisan atmosfer yang lebih tipis. Di lapisan tersebut, angin itu bergerak lebih cepat hingga 724 km per jam hingga mencapai ionosfer dan tepi ruang angkasa.

baca juga:

Begitu berada di atmosfer atas, angin mempengaruhi elektrojet khatulistiwa, pita tipis arus listrik yang mengalir dari timur ke barat di wilayah ekuator ionosfer. Elektrojet khatulistiwa ini jadi meningkat 5 kali kekuatan normal dan arahnya terbalik.

"Sangat mengejutkan melihat elektrojet dibalikkan oleh sesuatu yang terjadi di permukaan bumi. Ini sesuatu yang sebelumnya hanya kita lihat dengan badai geomagnetik yang kuat, yang merupakan bentuk cuaca di ruang angkasa akibat partikel dan radiasi dari matahari," ungkap Joanne Wu, ahli fisika di Universitas California sekaligus salah satu penulis penelitian ini.

Menurut NASA, penelitian baru ini menginformasikan pemahaman para ilmuwan tentang bagaimana peristiwa di Bumi berdampak pada atmosfer bagian atas dan tepi ruang angkasa. Misalnya, elektrojet khatulistiwa yang kuat dapat mengganggu sinyal GPS dan radio di wilayah itu. []