Entertainment

Bikin Geram Warganet, Aksi Pelamar Kerja Ini Uji Kesabaran HRD

Percakapan antara seorang pelamar kerja dan Human Resource Department (HRD) ini bikin geram warganet


Bikin Geram Warganet, Aksi Pelamar Kerja Ini Uji Kesabaran HRD
Pelamar kerja yang menguji kesabaran HRD (Twitter/txtdarikorporat)

AKURAT.CO Di era digital seperti saat ini, pelamar kerja bisa melamar pekerjaan tanpa harus mendatangi perusahaan. Mereka bisa melamar melalui website atau beberapa platform penyedia lowongan kerja.

Proses melamar kerja pun lebih mudah, dengan cukup mengirimkan berkas surat lamaran melalui email. Meski demikian, pelamar kerja harus tetap mengedepankan kesopanan dalam proses pelamaran kerja.

Pasalnya, tidak sedikit para pelamar kerja yang cukup menyepelekan nilai kesopanan saat melamar kerja. Hal tersebut seperti yang terjadi dalam sebuah proses lamaran kerja yang diunggah akun Twitter @txtdarikorporat.

Dalam unggahan tersebut, akun @txtdarikorporat membagikan tangkap layar isi percakapan antara seorang pelamar kerja dan Human Resource Department (HRD).

Menariknya, bukannya membuka percakapan dengan salam, pelamar kerja justru membuka pesan dengan mengirim 'P' (Ping) kepada HRD. Sontak, hal tersebut pun kemudian mendapat teguran dari HRD.

"Sebelum itu (menanyakan lowongan kerja), belajarlah memulai pembukaan yang baik dan benar. Seperti Assalamualaikum, selamat sore, atau minimal permisi," balas HRD.

"O ya bang, sorry bang. Assalamualaikum bang. Gua minat bang," balas si pelamar kerja.

Persoalan pun tidak selesai di situ. Usai memperkenalkan diri, si pelamar menanyakan lowongan pekerjaan yang tersedia di perusahaan tersebut. Usai HRD memberikan syarat dan kriteria pekerja, pelamar justru langsung mengatakan berminat.

Padahal, HRD bermaksud untuk menanyakan apakah pelamar kerja sudah sesuai dengan kriteria yang diberikan atau belum. 

"Bukan perihal minatnya mas. Tapi isinya apa sudah sesuai atau nggak," balas HRD.

Bukannya menjawab pertanyaan HRD, si pelamar kerja justru menyepelekan kriteria yang diberikan perusahaan. Menurutnya, kriteria kemampuan tersebut bisa didapatkan melalui training.

"Kan ada training bang," balas pelamar kerja.

"Bukan gitu mas, tapi masalahnya kita butuh yang sigap mas. Jadi biasanya langsung kerja," jawab HRD.

Tidak sampai di situ, si pelamar kerja kemudian menanyakan apakah pekerjaan bisa dilakukan di rumah atau tidak (WFH). Padahal, sebelumnya sudah dijelaskan jika pekerja harus penuh waktu di kantor.

"Bisa WFH nggak bang?" lanjut si pelamar kerja.

"Hmm, itu sudah tertera kok mas di atas. Silakan dicek," jawag HRD.

Meski urusan kriteria belum dipenuhi, si pelamar justru langsung mengatakan apakah lamaran bisa dikirim melalui pesan tersebut atau tidak. Hal tersebut pun membuat HRD harus bersabar meladeni pelamar.

"Oh, nggak bisa (WFH) bang ya. Jadi, kirim CV di sini aja bang?" tulis pelamar kerja.

"Mas, aduh gimana ya. Mas cek dulu apa sudah sesuai (kriteria) atau nggak. Nah, kalau sesuai saya interview dulu sebentar," balas HRD.

Namun, bukannya mau mengikuti prosedur yang sudah diberikan perusahaan, si pelamar kerja justru menilai apa yang ditawarkan HRD terlalu ribet.

"Ribet banget bang cuma mau kerja doang. Kan niat saya cari kerja bang," ucap pelamar kerja.

Setelah HRD pemberikan penjelasan jika hal tersebut harus dipenuhi pelamar sebagai prasyarat bekerja di perusahaan tersebut, si pelamar pun membalas penjelasan HRD dengan cukup menohok.

"Gua mau kerja bang. Bukan ceramah bang," ucap pelamar kerja.

Aksi pelamar kerja yang dinilai tidak memiliki kesopanan tersebut pun membuat geram warganet. Tidak sedikit yang jengkel dengan sikap si pelamar kerja itu.

"Udah buka rekrutmen buat gebukin nya belom Mas? Saya minat," komentar @TianTan99.

"Ini beneran apa bikinan sih? Agak nggak percaya ada orang lulusan D3 modelan gini teh," komentar @mbangmuning.

Jangan sampai melamar pekerjaan dengan cara seperti itu ya![]