Rahmah

Bikin Adem, Buya Husein Jelaskan Makna Islam yang Sesungguhnya

KH Husein Muhammad mengatakan bahwa Islam secara genuine sejatinya memiliki sejumlah makna.


Bikin Adem, Buya Husein Jelaskan Makna Islam yang Sesungguhnya
KH Husein Muhammad (BangkitMedia)

AKURAT.CO  Pengasuh Pesantren Dar al-Tauhid Arjawinangun Cirebon, KH Husein Muhammad mengatakan bahwa Islam secara genuine sejatinya memiliki sejumlah makna. Pertama, adalah kepasrahan kepada Allah SWT. Kedua, adalah kedamaian. Ketiga, adalah keselamatan. Keempat, adalah kesehatan. Dan kelima, adalah peningkatan. Hal tersebut disampaikan Buya Husein melalui Video IGTV yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya @husein553, Selasa (26/10/2021).

Penulis buku Fiqh Perempuan itu mengungkapkan bahwa semua Nabi termasuk Nabi Muhammad SAW maupun Nabi-Nabi sebelumnya sampai Nabi Adam AS menyebut dirinya sebagai seorang Muslim. Dengan demikian, menurut Buya Husein semua Nabi hendak memasrahkan dirinya kepada Sang Pencipta, Allah SWT.

"Jadi bukan sebuah nama dari komunitas tertentu, keyakinan tertentu, tidak sebetulnya," ujar pria kelahiran Cirebon, 9 Mei 1953 itu.

Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 136, di mana seluruh Nabi dan Rasul hanya membawa satu ajaran Allah SWT yaitu agama Islam.

قُولُوا آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْنَا وَمَا أُنْزِلَ إِلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَىٰ وَعِيسَىٰ وَمَا أُوتِيَ النَّبِيُّونَ مِنْ رَبِّهِمْ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ

Artinya: "Katakanlah (hai orang-orang mukmin): "Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya." 

Begitu juga dalam sebuah Hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari:

المسلم من سلِم المسلمون من لسانه ويده، والمهاجر من هجَر ما نهى الله عنه؛ متفق عليه.

Menurut Buya Husein, Hadist tersebut menjelaskan bahwa seorang Muslim dan Muslim lainnya merasa aman dari tutur katanya, ucapan-ucapannya, dan juga tangannya. Sehingga, kehadiran seorang Muslim adalah membuat orang lain merasa nyaman dan damai.

يَوۡمَ لَا يَنۡفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوۡنَۙ ‏. اِلَّا مَنۡ اَتَى اللّٰهَ بِقَلۡبٍ سَلِيۡمٍؕ‏

Artinya: (yaitu) pada hari (ketika) harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih, (QS. Asy-Syu'ara' ayat 88-89).

"Ingatlah pada suatu hari, di mana anak-anak dan harta bermanfaat lagi kecuali orang yang datang dengan hati yang bersih," pungkas pendiri Fahmina Institute ini. []