News

Bikin Adem! Berbeda-beda Agama, Warga Desa di Pelosok India Gotong Royong Bangun Masjid

Penduduk Desa Bhaloor di pelosok Punjab yang menganut berbagai agama saling bergandengan tangan demi membangun sebuah masjid bagi keluarga Muslim.


Bikin Adem! Berbeda-beda Agama, Warga Desa di Pelosok India Gotong Royong Bangun Masjid
Warga desa bersama dengan Maulana Usman Ludhianvi saat upacara peletakkan fondasi pertama masjid. Kepala desa Pala Singh (baju merah, tengah) membantu masyarakat membangun masjid. (Arab News)

AKURAT.CO, Sudah bukan rahasia lagi jika sebagai negara India dengan penduduk yang beragam kerap dihantam konflik berbau SARA. Di antara konflik SARA itu, pertikaian agama adalah salah satu yang paling menyedot perhatian. 

Sebut saja kerusuhan Gujarat 1969 di mana kekerasan komunal antara umat Hindu dan Muslim menelan korban sekitar 660 orang. Kemudian, di New Delhi pada akhir Februari tahun lalu, pertikaian pecah antara kelompok Hindutva dan pengunjuk rasa Muslim yang menentang Undang-Undang Amendemen Kewarganegaraan India (CAA). Dalam bentrokan itu, sedikitnya 27 orang meregang nyawa.

Namun, di tengah banyaknya konflik agama di India, bukan berarti tidak ada yang namanya toleransi tinggi di antara warganya. 

Upaya toleransi itu pun setidaknya bisa dilihat dari aksi para penduduk Desa Bhaloor di pelosok Punjab. Di sana, mereka saling bergandengan tangan demi membangun sebuah masjid bagi keluarga Muslim. Meski diketahui, populasi desa dinominasi oleh umat Sikh dan Hindu.

Seperti digambarkan oleh Arab News, Desa Bhaloor yang berpenduduk 12 ribu orang, terletak di Distrik Moga. Di desa itu, warganya memiliki tujuh gurdwara untuk umat Sikh serta dua kuil untuk warga Hindu. Sementara, masjid baru belum ada untuk 20 penduduk Muslim.

Kepala desa, Pala Singh lantas menceritakan bahwa sebenarnya ada sebuah masjid di Desa Bhaloor. Namun, masjid itu sudah berusia tua karena dibangun sebelum pecahnya India-Pakistan setelah bebas dari Inggris pada tahun 1947. 

Di tengah pemisahan itulah, masjid makin telantar karena sebagian besar warga Muslim hijrah ke Pakistan. Masjid yang terbengkalai itu pun akhirnya hancur. Dengan bekal kerukunan beragama, warga Bhaloor pun akhirnya membangun masjid baru tepat di tanah di mana masjid lama dulu berdiri.

"Setelah pemisahan, sebagian besar keluarga Muslim pergi ke Pakistan dan masjid hancur setelah itu. Masjid baru akan dibangun di tanah yang sama. Kami bangga menjadi bagian dari inisiatif ini," kata Singh yang berusia 45 tahun. 

Kemudian pada Minggu (13/6) lalu, para pejabat desa mulai meletakkan batu fondasi untuk Masjid Mohammadi. Di acara itu, semua pemeluk agama di Desa Bhaloor hadir. 

Harmonisnya warga Desa Bhaloor itu pun sempat terekam dalam foto. Di situ, terlihat warga dengan pakaian khas umat Sikh maupun Muslim berkumpul bersama. Mereka juga terlihat antusias melihat peletakan fondasi pertama masjid.

Baca Juga: Sengketa Masjid 6 Dekade di India, Dibuldoser Pemda meski Dilindungi Pengadilan Tinggi

Kepala komite masjid, Anwar Khan kemudian menerangkan bahwa rencana untuk membangun masjid baru diharapkan akan selesai tahun depan. Dikatakan pula bahwa pembangunan total memakan biaya hingga sekitar USD17 ribu (Rp245 juta), dan untuk memperoleh dana itu, beberapa warga rela menyumbang hingga 200 ribu rupee (Rp39 juta).

Selain itu, disebutkan pula bagaimana dukungan untuk pembangunan masjid tidak hanya diberikan oleh warga Bhaloor, tetapi juga warga asing yang tinggal di Punjab. Karena itulah, Khan sangat terharu sekaligus bersyukur karena pembangunan masjid bisa jadi momen berharga bagi kerukunan umat beragama di wilayahnya.

"Beberapa orang menyumbangkan 200 ribu rupee, dan bantuan jadi lebih terjamin," kata Khan.

"Saya pikir waktu yang tepat telah tiba sekarang. Kami adalah desa yang erat, orang-orang menghormati semua agama, dan masjid tidak akan mungkin terwujud tanpa dukungan emosional dan moral dari para penduduk desa.

"Ini adalah contoh kerukunan antar-umat beragama yang terjadi di tengah berbagai macam berita yang meresahkan tentang kekerasan agama," kata Khan. 

Ulama Muslim Punjab, Shahi Imam Maulana Mohammad Usman Rahmani Ludhianvi, termasuk di antara tokoh agama terkemuka yang menghadiri acara hari Minggu.

Senada dengan Khan, Ludhianvi juga mengucap syukur karena masjid ini secara tidak langsung telah menjadi simbol 'cinta' dari para penduduk Desa Bhaloor yang berbeda keyakinan.

"Hari upacara pendirian telah ditulis dengan 'huruf emas' di sejarah, karena seluruh desa dan gurdwara setempat mengaitkan diri mereka dengan acara tersebut.

"Masjid ini adalah cerminan dari cinta penduduk desa. Sikh dan Muslim berbagi ikatan sejarah yang sangat dekat dan bahwa seorang Sikh sejati dan seorang Muslim sejati tidak pernah saling menyakiti," ucap Ludhianvi.

Partai nasionalis Hindu, Bharatiya Janata, yang telah berkuasa sejak 2014, dituduh mempromosikan politik komunal di beberapa negara bagian di India utara, memecah komunitas di sepanjang garis Hindu-Muslim.

Bulan lalu di Distrik Barabanki, Uttar Pradesh, pemerintah setempat menghancurkan sebuah masjid berusia seabad, mengklaim bahwa masjid itu 'tidak pernah ada'. Dalam insiden lain di negara bagian yang sama, keluarga Muslim yang telah tinggal di sekitar kuil selama lebih dari satu abad diminta untuk mengosongkan rumah leluhur mereka 'untuk alasan keamanan'.

Menanggapi berbagai insiden itu, Singh pun berkata bahwa wilayah-wilayah lain di India harus belajar dari Desa Bhaloor dan Punjab.

"Wilayah-wilayah lain di India perlu mengambil pelajaran dari kami.

"Punjab memiliki sejarah kerukunan komunal, dan kami merasa bahwa keluarga Muslim juga memiliki hak untuk menunaikan salat di tempat ibadah mereka," tegas Singh.[]