Olahraga

Bicara Soal Uighur, Keselamatan Atlet tak Terjamin di China

Jika atlet tetap berbicara tentang Uighur, bahkan Komite Olimpiade Internasional (IOC) tak bisa menjamin keselamatan mereka di Olimpiade Musim Dingin.


Bicara Soal Uighur, Keselamatan Atlet tak Terjamin di China
Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022. (FOTO/Design Build Network.)

AKURAT.CO, Kelompok advokasi hak asasi manusia dan atlet mengingatkan partisipan Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 untuk tidak berbicara tentang komunitas muslim Uighur. Jika atlet tetap berbicara tentang Uighur, bahkan Komite Olimpiade Internasional (IOC) tak bisa menjamin keselamatan mereka.

“Hukum di China sangat kabur terhadap kejahatan yang bisa digunakan untuk memperkarakan kebebasan berbicara orang-orang,” kata seorang peneliti lembaga Human Rights China, Yaqiu Wang, sebagaimana dipetik dari The Guardian.

“Orang-orang dituntut karena bertengkar dan memicu masalah. Semua jenis kejahatan bisa berupa komentar kritis yang damai. Dan hukuman China adalah 99 persen.”

baca juga:

Wang mencontohkan salah satunya adalah kasus menghilangnya petenis terkemua China, Peng Shuai, November lalu. Ketika itu, Peng Shuai lenyap beberapa hari selepas memuat pengakuan bahwa ia dilecehkan secara seksual oleh mantan Wakil Presiden China, Zhang Gaoli.

Direktur Human Rights Watch untuk China, Sophie Richardson, mengambil contoh ketika Olimpiade 2008 digelar di Beijing. Ketika itu, otoritas negara berhaluan komunis tersebut menggunakan teknologi yang dianggap canggih di masanya untuk mengawasi siapa saja yang berada di China.

“Otoritas di seluruh negeri (China) kini menggunakan alat seperti AI (kecerdasan buatan) dan kebijakan yang terprediksi, basis data besar, pengawasan luas di platform media sosial, tetap menjauhkan orang-orang dari pembicaraan tertentu,” kata Richardson.

“Siapa saja yang pergi ke sana untuk perhelatan (olimpiade) ini–jurnalis, atlet, pelatih–mesti berhati-hati bahwa pengawasan bisa berdampak pada mereka.”

Sementara itu, atlet ski Amerika Serikat yang pernah bertanding di Olimpiade Musim Dingin 2014 dan 2018, Noah Hoffman, mengatakan bahwa pengurus tim nasionalnya sudah mengingatkan atlet untuk tidak berbicara soal hak asasi manusia ketika berada di China.

“Para atlet punya platform yang luar biasa dan kemampuan untuk berbicara, untuk menjadi pemimpin di masyarakat namun tim tidak mengizinkan mereka untuk mengajukan pertanyaan pada isu-isu tertentu menjelang perhelatan,” kata Hoffmann. “Itu membuat saya kesal.”

Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 akan dihelat di Beijing, China, 4-20 Februari mendatang. Ajang ini menjadi wahana bagi sejumlah pihak untuk menyoroti China karena dugaan pelanggaran hak asasi manusia terhadap etnis muslim Uighur di Provinsi Xinjiang.[]