News

Bicara Peluang PDIP Gabung KIB, Golkar Tegaskan Tak Akan Keluar dari Koalisi

Bicara Peluang PDIP Gabung KIB, Golkar Tegaskan Tak Akan Keluar dari Koalisi
Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily menemui awak media di Gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Kamis (18/8/2022) (AKURAT.CO/PETRUS C. VIANNEY)

AKURAT.CO Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily menegaskan, Partai Golkar tidak akan meninggalkan PAN dan PPP di Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

Hal itu ia beberkan setelah ditanya perihal wacana PDIP akan merapat dengan koalisi yang mendukung pemerintahan saat ini. 

Namun, Ace enggan berkomentar lebih jauh. Sebab, hal itu merupakan kewenangan partai lain untuk menentukan sikapnya saat hendak bergabung di dalam koalisi. 

baca juga:

"Oh tidak. Enggak (ada niatan Golkar untuk keluar dari KIB). Saya tentu tidak mau mengomentari apakah PDIP akan bergabung atau tidak ke KIB. Karena itu kewenangan dari partai lain terutama PDIP," kata Ace saat ditemui awak media di depan Ruang Komisi VIII DPR I, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Kamis (18/8/2022). 

"Tentu Golkar pasti tidak akan keluar dari KIB karena KIB diinisiasi oleh Partai Golkar bersama PPP dan PAN. Bagaimana mungkin koalisi yang diinisiasi oleh ketiga partai justru kami tinggalkan," sambung dia. 

Menurutnya, saat ini Partai Golkar dan PDIP telah bekerja sama dengan baik untuk mendukung pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Hal itu pula yang menjadi komitmen terbentuknya KIB, mengingat saat ini tiga ketua umum telah duduk bersama-sama di pemerintahan.

"Kaitannya dengan KIB dalam konteks (Pilpres) 2024 tentu kami memiliki strategi yang dibahas bersama ketiga partai itu. Jadi harus dibedakan mana konteksnya adalah strategi Pemilu 2024 dan mana yang ada kaitannya dengan ranah mengawal Pak Jokowi-Kiai Ma'ruf," ungkap Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI itu. 

Oleh karena itu, Ace menegaskan bahwa pihaknya sangat terbuka untuk menerima partai lain bergabung ke dalam koalisi yang terbentuk atas pertemuan di Rumah Heritage itu.

"Saya kira itu sudah clear. KIB adalah koalisi yang dibentuk dan diinisiasi oleh tiga partai tentu kewajiban kita menjaga agar koalisi ini tetap kompak dan bisa mengundang parpol untuk bergabung dalam koalisi ini," tukas dia. []