Ekonomi

Biaya Resepsi Pernikahan, Tanggungjawab Siapa?

Membicarakan uang memang sensitif, termasuk bagi pasangan yang mau menikah


Biaya Resepsi Pernikahan, Tanggungjawab Siapa?
Suasana pernikahan Suryo Medal dan Azizah di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Minggu (12/4/2020). Kementerian Agama (Kemenag) melalui Kantor Urusan Agama (KUA) hanya melayani pelaksanaan akad nikah bagi para calon pengantin yang mendaftar sebelum 1 April 2020. Bagi yang sudah terlanjur mendaftar, Kemenag akan mengembalikan uangnya. Kemenag pun tetap membuka pendaftaran pernikahan secara daring, namun pelaksanaan akad nikah tak akan digelar selama masa tanggap darurat C (AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo)

AKURAT.CO Membicarakan uang memang sensitif, termasuk bagi pasangan yang mau menikah. Salah satunya mengenai biaya resepsi pernikahan.

Dalam kebiasaan masyarakat Indonesia, resepsi pernikahan umumnya diselenggarakan di rumah atau kediaman mempelai wanita. Pun dengan biayanya.

Keluarga dari pihak mempelai wanita yang menanggung biaya resepsi pernikahan. Sementara pihak pria hanya memberi uang seserahan saja.

Uang seserahan tersebut bisa digunakan pihak wanita untuk tambahan biaya pesta pernikahan. Sumbangan yang diterima dari para tamu, tentu saja menjadi hak keluarga pengantin wanita.

Kebiasaan ini sebetulnya berbeda-beda di setiap daerah. Tergantung adat istiadat atau budaya masing-masing.

Namun kalau dilihat dari kacamata prinsip mengatur keuangan, menggelar resepsi pernikahan membutuhkan biaya besar. Mulai dari puluhan juta rupiah, bahkan ada yang sampai miliaran rupiah.

Jika seandainya biaya tersebut ditanggung sepihak, tentu bisa memberatkan. Inilah pentingnya keterbukaan keuangan sejak awal. Apalagi bila kamu dan pasangan sepakat untuk tidak membebani orangtua dengan biaya pesta pernikahan.

Pada akhirnya, biaya tersebut seharusnya menjadi tanggung jawab kalian berdua. Kamu dan pasangan mesti menyiapkan biaya resepsi dalam kurun waktu tertentu, sesuai rencana pernikahan.

Tips Mengumpulkan Biaya Resepsi Pernikahan

Sumber: Cermati