News

Biaya Kremasi Jenazah Covid-19 Mahal, PSI Minta Pemerintah Tetapkan Batas Atas

PSI meminta pemerintah membantu proses kremasi jenazah Covid-19 di Jawa dan Bali wilayah yang terdampak pada PPKM Darurat.


Biaya Kremasi Jenazah Covid-19 Mahal, PSI Minta Pemerintah Tetapkan Batas Atas
Sejumlah petugas medis memakamkan jenazah pasien positif COVID-19 dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap di Padang, Sumatera Barat, Sabtu (28/3/2020) (Antara)

AKURAT.CO, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) meminta pemerintah membantu proses kremasi jenazah Covid-19 di Jawa dan Bali wilayah yang terdampak pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Terlebih khusus dalam hal pembiayaan.

“Tutup celah bagi oknum-oknum yang coba menangguk keuntungan terlalu banyak dengan menerapkan biaya yang luar biasa mahal. Pemerintah dalam hal ini bisa menetapkan batas atas biaya kremasi,” ujar Wakil Sekjen DPP PSI Danik Eka Rahmaningtiyas sebagaimana dikutip AKURAT.CO dalam keterangan tertulis, Jakarta, Minggu (18/7/2021).

Danik mengatakan, dalam pengamatan PSI, praktik-praktik pemberlakuan biaya yang sangat mahal itu terjadi di sejumlah tempat. Pemerintah harus segera bertindak.

“Jangan sampai keluarga korban berulang kali menderita. Oknum-oknum itu harus diberantas dengan penetapan batas atas. PSI mengecam keras para oknum yang mengambil keuntungan di saat pandemi begini,” terangnya.

Dia menyebut, partainya mendapat laporan bahwa untuk kremasi di Jabodetabek, misalnya, biaya sudah mencapai Rp45 juta sampai Rp55 juta. Bahkan ada yang minta Rp80 juta.

“Padahahal, dua-tiga bulan lalu, paket kremasi hanya sekitar Rp10 juta. Kami paham soal hukum permintaan dan penawaran. Tapi, selayaknya ada intervensi pemerintah agar harga tidak naik gila-gilaan,” katanya.

Untuk itu, PSI mendesak agar pemerintah menegakkan regulasi soal batas atas tersebut dengan serius. "Misalnya menyediakan hotline pengaduan yang siaga 24 jam untuk mengantisipasi oknum-oknum yang berani melanggar," imbuhnya.

Dikutip dari Tempo.co, cerita kartel kremasi ini bermula dari tulisan seorang warga Jakarta Barat bernama Martin. Dalam tulisannya, Martin menyampaikan, seorang petugas yang mengaku dari Dinas Pemakaman menghampirinya pada Senin pagi, 12 Juli 2021.

Di hari itu ibunda Martin meninggal di salah satu rumah sakit dan harus dikremasi. Petugas ini menawarkan bantuan akan mencarikan krematorium untuk ibu Martin. Kremasi dapat dilakukan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat dengan tarif Rp48,8 juta.