Ekonomi

Biasa Dibuang, Kedai KISAKU Manfaatkan Ampas Kopi Jadi Sabun Batang

Ampas kopi yang biasa terbuang di berbagai kedai, kini dimanfaatkan menjadi sabun batang oleh kedai KISAKU


Biasa Dibuang, Kedai KISAKU Manfaatkan Ampas Kopi Jadi Sabun Batang
Sabun batang produksi KISAKU berbahan dasar ampas kopi (Antara)

AKURAT.CO, Kedai kopi KISAKU bersama Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) lokal MIJI, mengolah ampas kopi dari tiap gerai menjadi soap bar (sabun batangan) dengan Sustainability Program yang diperkenalkan pada September tahun lalu.

Ampas kopi yang diolah menjadi soap bar diambil dari sisa kopi di dalam mesin pembuat kopi, sehingga kondisinya masih bersih dan memiliki kualitas bagus untuk diolah kembali.

Cara ini berbeda dengan ampas kopi dari minuman kopi rumahan yang diambil dari dalam cangkir pengguna.

"Selama ini mayoritas kedai kopi membuang ampas kopi begitu saja, padahal sisa produk tersebut masih memiliki banyak kandungan seperti kafein, antioksidan, dan juga keasaman yang bermanfaat bagi kita dan juga tumbuhan," kata Co-founder & Operational Director KISAKU, Lionel Hanjaya Tirta dalam siaran persnya, Kamis (21/01/2021).

Lionel menuturkan, hal ini sejalan dengan fokus MIJI yang juga fokus pada penerapan gaya hidup ramah lingkungan serta menghadirkan produk berkualitas berbahan baku premium bagi masyarakat Indonesia.

Saat ini, sabun batangan olahan dari ampas kopi dijual sebagai bagian dari parsel Imlek dan bisa dibeli di seluruh gerai KISAKU.

Ada dua varian parsel yang dihadirkan yakni Classic Hamper seharga Rp249.000 yang terdiri dari satu liter Tiramisu Latte, lima buah drip bag coffee, soap bar, scented wax, dua buah cokelat koin emas, dan satu buah kartu ucapan.

Lalu, Deluxe Hamper seharga Rp349.000 yang terdiri dari satu liter Tiramisu Latte, lima buah drip bag coffee, soap bar, scented candle, dua buah cokelat koin emas, dan satu buah kartu ucapan.

Selain meluncurkan pemanfaatan ulang ampas kopi dan parsel Imlek, KISAKU juga memperkenalkan produk drip bag coffee berisi kopi Arabika racikan KISAKU (50 persen Aceh Gayo dan 50 persen Flores Bajawa).

"Kami paham bahwa para pelanggan ingin selalu menikmati kopi berkualitas dengan tetap #dirumahaja. Oleh karenanya kami meluncurkan drip bag coffee untuk memenuhi kebutuhan tersebut, agar pelanggan dapat menikmati kopi premium dengan harga terjangkau secara praktis," demikian kata Lionel.

Sumber: Antara

Rizal Maulana

https://akurat.co