Tech

Biar Gak Kena Tilang, Perhatikan Hal Ini Sebelum Modifikasi Kendaraan

Biar Gak Kena Tilang, Perhatikan Hal Ini Sebelum Modifikasi Kendaraan
Mobil modifikasi yang dipamerkan di OLX Autos IMX 2022. (AKURAT.CO/Iim Halimatus Sadiyah)

AKURAT.CO, Ada berbagai alasan seseorang melakukan modifikasi kendaraan. Entah karena hobi, maupun hanya ingin kendaraannya terlihat lebih unik dan sesuai karakter pemiliknya.

Melakukan modifikasi kendaraan tidak bisa sembarang. Ada hal-hal yang perlu diperhatikan agar kendaraan modifikasi kamu tetap nyaman dan aman digunakan tanpa khawatir kena tilang.

Modifikasi kendaraan sendiri sebenarnya sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP).  Untuk itu, pastikan kamu tidak melanggar aturan yang ada saat memodifikasi kendaraan.

baca juga:

Apabila kamu ingin memodifikasi mobil, pastikan kamu mengetahui dan memahami syarat yang tercantum pada Pasal 20 Ayat 1 huruf F PP Nomor 30 tahun 2021. 

Di mana aturan ini menjelaskan bahwa kendaraan bermotor yang dimodifikasi sehingga menyebabkan perubahan dimensi dan kemampuan daya angkut wajib dilakukan penelitian rancang bangun dan rekayasa kendaraan bermotor sebagai prasyarat Uji Tipe.

Untuk lebih memahami seperti apa jenis modifikasi kendaraan yang diperbolehkan, berikut penjelasannya.

1. Modifikasi kendaraan yang diperbolehkan adalah modifikasi yang tidak menyebabkan perubahan dimensi dan kemampuan daya angkut.

2. Modifikasi kendaraan tidak boleh membahayakan keselamatan berlalu lintas, serta merusak lapir perkerasan/daya dukung jalan yang dilalui (Pasal 52 UU No. 22/2009)

3. Jika menyebabkan perubahan dimensi dan kemampuan daya angkut, maka:

  • Wajib terlebih dahulu memperoleh rekomendasi dari Agen Tunggal Pemegang Merk (ATPM).
  • Wajib dilakukan oleh bengkel umum yang ditunjuk oleh Kementerian Perindustrian.
  • Wajib melakukan uji tipe setelah kendaraan dimodifikasi

Selain itu, berikut ini beberapa contoh modifikasi kendaraan yang melanggar aturan.

  1. Mengubah kubika atau cc mesin, sehingga wajib melakukan uji tipe.
  2. Mengubah knalpot menjadi knalpot racing atau tidak sesuai standar, sehingga dapat terkena tilang.
  3. Menghilangkan perlengkapan keselamatan seperti APAR dan safety belt, yang membahayakan pengemudi.
  4. Mengubah tempat pemasangan plang kendaraan, sehingga wajib uji tipe.
  5. Mengubah warna kendaraan, sehingga wajib merubah keterangan warna pada STNK dan BPKB.
  6. Menggunakan ban jenis slick, yang dapat membahayakan pengemudi.

Lalu, apa saja risiko yang bisa terjadi jika melanggar aturan? Berikut ulasannya.

  1. Terkena tilang (peringatan tertulis dan denda administratif).
  2. Apabila tidak melakukan uji tipe, dapat terkena pidana penjara paling lama 1 tahun atau denda paling banyak Rp 24.000.000 (Pasal 277 UU No. 22/2009)
  3. Risiko kecelakaan saat perjalanan, karena modifikasi tidak sesuai standar.
  4. Berakibat hilangnya garansi dari pabrikan karena modifikasi yang telah dilakukan.