Tech

Biar Enggak Tertipu, Begini Cara Membedakan Oli Asli dan Palsu

Biar Enggak Tertipu, Begini Cara Membedakan Oli Asli dan Palsu
Ilustrasi - Cara membedakan oli asli dan palsu. (Pixabay)

AKURAT.CO, Adanya oli berfungsi untuk melumasi komponen serta partikel-partikel di dalam mesin suatu kendaraan, sehingga kinerjanya bisa lebih enteng. Namun, bagaimana jika yang digunakan justru oli palsu?

Hal ini tentunya akan merugikan masyarakat karena kendaraan yang semestinya terawat justru rusak karena pemakaian oli palsu. Untuk itu, sebagai pemilik kendaraan, kamu perlu memahami perbedaan antara oli asli dan yang palsu. Mengingat masih ada saja oknum nakal yang memalsukan produk-produk oli. 

Lalu, bagaimana cara membedakan antara oli asli dengan oli palsu? Melansir dari laman Daihatsu, berikut ciri-ciri oli palsu dan asli yang perlu kamu pahami.

baca juga:

Ciri-ciri oli asli

  • Tutup di desain oleh pabrikan oli menggunakan seal sebagai pengunci tutup botol sehingga tutupnya kencang. Selain itu, tutup botol didesain untuk sekali pakai.
  • Setiap oli asli memiliki botol oli yang sudah dilengkapi dengan label dan stiker hologram bertanda khusus. Label oli asli biasanya dibuat dari bahan sticker vinyl.
  • Botol oli biasanya terlihat baru, tidak kusam, tidak ada goresan atau penyok.
  • Terdapat kode nomor produksi pada kemasan. Apabila kamu cek langsung pada bagian tutup botol dan botol oli maka kode nomor produksi sama. Kamu juga bisa mengecek kode tersebut di internet untuk memastikan kode tersebut resmi dibuat oleh pabrikan oli ternama atau bukan.
  • Oli memiliki warna kekuningan, bening, dan tidak keruh.
  • Bila kamu mencium bau oli, tidak akan tercium bau aneh seperti gosong.
  • Oli asli biasanya memiliki harga eceran tertinggi yang memungkinkan harga jual oli hampir sama di seluruh penjuru Indonesia.
  • Oli asli memiliki kualitas terbaik karena telah diuji sesuai standar kebutuhan kendaraan, baik dari segi daya pelumas, atau segi meningkatkan performa mesin.
  • Oli asli dapat merawat komponen mesin kendaraan menjadi awet bahkan berumur lebih panjang dari sebagaimana mestinya.
  • Oli asli mampu melindungi gesekan dari kedua komponen yang saling bergesekan. Selain itu, daya pelumas lebih licin, dan dingin di mesin sehingga mesin tidak overheat, serta suara mesin menjadi lebih halus.

Ciri-ciri oli palsu

  • Tutup botol tidak memiliki seal, sehingga tutupnya longgar.
  • Botol kemasan oli terlihat kusam, ada goresan, bahkan penyok. Selain itu, label kemasan biasanya terbuat dari sticker bontak, tidak memiliki sticker hologram. Bahkan beberapa botol oli palsu memiliki berat yang lebih ringan daripada botol oli asli.
  • Tidak semua oli palsu memiliki kode nomor produksi. Meski ada yang memakai kode tersebut, terkadang berbeda apabila di cek.
  • Oli memiliki warna yang keruh, biasanya hitam pekat.
  • Oli memiliki bau yang sangat menyengat dan gosong.
  • Harga yang ditawarkan oli palsu lebih murah, bahkan mencapai selisih 30% hingga 50% dari harga oli asli di pasaran.
  • Oli palsu jika digunakan dalam waktu singkat tidak memiliki dampak buruk yang begitu signifikan. Namun, jika digunakan dalam jangka waktu yang sedikit lebih lama maka akan menimbulkan berbagai masalah.

Contoh masalah yang ditimbulkan saat menggunakan oli palsu, yaitu, komponen mesin mobil mudah aus karena terjadi gesekan yang besar, mobil menjadi overheat, mobil tersendat-sendat saat digunakan, mesin mobil bisa mati secara tiba-tiba, keluar banyak asap pada bagian kap dan knalpot mobil, serta boros biaya perawatan mobil.