Ekonomi

Biar Bisnis Makananmu Gak Rugi, Ini Cara Tentukan Harganya

Usaha kuliner saat ini semakin diminati oleh sebagian besar masyarakat. Terlebih lagi di masa pandemi seperti saat ini.


Biar Bisnis Makananmu Gak Rugi, Ini Cara Tentukan Harganya
Pekerja melayani pembeli di salah satu warteg di Jakarta, Senin (20/7/2020). Pemerintah meluncurkan penjaminan kredit modal kerja untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam rangka mempercepat pemulihan ekonomi nasional. PT Jamkrindo dan PT Askrindo telah ditugaskan melalui Keputusan Menteri Keuangan untuk menjamin pelaku usaha UMKM atas kredit modal kerja. (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO  Usaha kuliner saat ini semakin diminati oleh sebagian besar masyarakat. Terlebih lagi di masa pandemi seperti saat ini.

Pasalnya, usaha kuliner merupakan usaha yang tak pernah mati. Lagi pula, semua manusia butuh makan dan suka sekali mencoba menu makanan yang baru.

Bagi Anda yang ingin membuka usaha kuliner atau katering, ada baiknya untuk mengetahui cara menentukan harga jual makanan yang benar agar tidak rugi di kemudian hari. Berikut di antaranya yang bisa Anda lakukan.

Berikut 3 Cara Menentukan Harga Jual Makanan yang Tidak Bikin Rugi

1. Hitung Biaya Produksi dan Distribusi yang Rinci

Sebagai langkah awal cara menentukan harga jual makanan yang baik, Anda bisa menggunakan rumus Markup Pricing. Rumus ini cukup mudah dengan menambahkan berapa persentase dari pembelian bahan baku.

Di sini, Anda harus jeli mengkalkulasi besaran modal yang diperlukan. Sebagai gambarannya, Anda bisa simak contoh perhitungannya sebagai berikut:

Harga Jual = Bahan Baku Modal + (Bahan Baku Modal x Markup)

Contoh: Untuk usaha katering bahan bakunya diperlukan modal sebesar Rp20 ribu setiap porsinya. Lalu, markup yang Anda inginkan adalah 20%. Dari sini akan muncul berapa besaran harga per porsinya yakni: