Lifestyle

Biang Keringat Tanda Bayi Dehidrasi, Mitos atau Fakta?

Biang keringat terjadi akibat kalenjar keringat bayi belum sempurna sehingga keringat tersumbat. Keringat yang banyak berarti bayi bisa saja dehidrasi


Biang Keringat Tanda Bayi Dehidrasi, Mitos atau Fakta?
Ilustrasi - hubungan antara biang keringat dan dehidrasi (Freepik)

AKURAT.CO, Biang keringat merupakan suatu kelainan kulit akibat tersumbatnya kelenjar keringat, yang akan menyebabkan bintik-bintik kecil yang terasa gatal dan tidak nyaman.

Biang keringat sering terlihat merah, tetapi mungkin kurang jelas pada kulit cokelat. Mengutip jurnal American Academy of Family Physicians (AAFP), biang keringat bisa dialami oleh siapa saja, namun lebih sering terjadi pada anak-anak, terutama bayi, karena kelenjar keringat mereka belum sempurna alias masih berkembang. Kulit bayi juga belum terbiasa dengan perubahan suhu yang cepat. 

Biang keringat sendiri sering disebut sebagai tanda atau gejala dehidrasi pada bayi. Benarkah?

Biang keringat bukan tanda dehidrasi pada bayi, namun keduanya memiliki kaitan secara tidak langsung.

Seperti diketahui, cuaca panas dan tingginya kelembapan adalah pemicu paling umum dari biang keringat. Nah, cuaca panas akan menyebabkan tubuh Si Kecil mengeluarkan keringat untuk mendinginkan kulitnya.

Ketika Si Kecil berkeringat lebih dari biasanya, kelenjar bisa kewalahan. Saluran keringat mungkin tersumbat, menjebak keringat jauh di bawah kulit. Apalagi kelenjar pada bayi belum berkembang sepenuhnya, sehingga keringat lebih mudah tertahan di dalam kulit. 

Sementara, pada saat Si Kecil mengeluarkan banyak keringat, artinya dia kehilangan cairan dalam tubuhnya. Jika tidak diberi minum, ia bisa saja mengalami dehidrasi. Oleh sebab itu, Moms harus memastikannya mengonsumsi banyak ASI atau susu formula, terutama saat cuaca panas, agar tidak dehidrasi. Selain itu, ini juga memastikan tubuh si kecil tetap sejuk sehingga biang keringat bisa dihindari. 

Adapun, berikut AKURAT.CO uraikan tanda umum bayi mengalami dehidrasi: 

  • Tidak buang air kecil selama lebih dari 6 jam.
  • Bayi menangis tanpa air mata.
  • Lesu dan lemah, serta kantuk yang berlebihan.
  • Air seni bayi tampak berwarna kuning gelap dan kental.
  • Mulut kering dan bibir pecah-pecah.
  • Rewel.
  • Kulit cenderung kering dan dingin.

Selain cuaca panas, biang keringat juga dapat muncul akibat mengenakan pakaian yang berlapis-lapis atau saat bayi sedang demam. Umumnya, biang keringat pada bayi akan hilang dengan sendirinya. Akan tetapi, jika biang keringat tidak kunjung hilang atau semakin parah, Moms perlu berkonsultasi dengan dokter.[]