Ekonomi

BI Tularkan Semangat Optimisme Pemulihan Ekonomi di Presidensi G20

Gubernur BI Perry Warjiyo: Pemulihan ekonomi Indonesia akan tetap terjaga meskipun terdapat berbagai risiko, termasuk normalisasi kebijakan moneter AS.


BI Tularkan Semangat Optimisme Pemulihan Ekonomi di Presidensi G20
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memberikan keterangan pers di kantor pusat BI, Jakarta, Jumat (8/6). BI menyatakan inflasi bulan Juni bakal menyentuh 0,22 persen (month to month) dan 2,75 persen (year on year), sementara itu hingga 8 Juni siang penukaran uang masyarakat untuk lebaran telah mencapai Rp187,8 triliun atau 99,8 persen dari jumlah uang tunai sebesar Rp188,2 triliun yang disediakan BI untuk kebutuhan Idulfitri. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/kye/18.)

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memiliki pandangan yang optimistis terhadap perekonomian tahun 2022, meskipun terdapat risiko yang harus dihadapi dalam menavigasi ekonomi. Semangat ini harus terus dibangun, termasuk dalam Presidensi G20 Indonesia.

"Pemulihan ekonomi Indonesia akan tetap terjaga meskipun terdapat berbagai risiko, termasuk normalisasi kebijakan moneter AS," jelas Perry dalam acara Annual Investment Forum 2022 pada sesi Leaders Insight yang mengangkat tema Building Optimism Towards Continued Global Economic Recovery in 2022", bersama Emmanuel Roman, CEO PIMCO, salah satu manajer investasi terbesar dunia.

Indonesia memiliki ketahanan yang baik dengan pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan mencapai 4,7-5,5% pada 2022 dan inflasi yang diprakirakan meningkat namun tetap dalam kisaran target 3%+1%. Selain itu, defisit transaksi berjalan diprakirakan rendah dan terkendali dengan cadangan devisa yang memadai dalam mendukung stabilitas eksternal.

baca juga:

"Kebijakan BI akan difokuskan untuk menjaga stabilitas dan sekaligus mendorong pemulihan ekonomi. Sementara itu, normalisasi kebijakan likuiditas dilakukan dengan tetap memastikan partisipasi dalam pembelian SBN untuk pembiayaan APBN dan kemampuan perbankan dalam penyaluran kredit/pembiayaan kepada dunia usaha. Suku bunga akan dipertahankan pada level yang akomodatif hingga terdapat tanda peningkatan inflasi," tuturnya.

Di sisi lain, sambung Dia, kebijakan makroprudensial, sistem pembayaran, pendalaman pasar uang, serta ekonomi-keuangan inklusif dan hijau, diperlukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Pada kesempatan yang sama, Emmanuel Roman menyampaikan keyakinannya bahwa perekonomian beberapa negara berkembang termasuk Indonesia, memiliki prospek jangka panjang yang baik didukung oleh berbagai faktor, termasuk demografi.

"Namun, sejumlah risiko tetap perlu diwaspadai seperti geopolitik, Covid-19 yang masih memiliki ketidakpastian akan berakhir, normalisasi kebijakan The Fed, transisi menuju ekonomi hijau, dan transformasi perkembangan teknologi digital," terangnya.

Annual Investment Forum 2022 turut mendukung Presidensi G20 Indonesia 2022 yang memiliki 6 (enam) agenda prioritas di jalur keuangan (finance track), yakni perumusan normalisasi kebijakan (exit strategy) agar tetap kondusif bagi pemulihan ekonomi dunia, perumusan respons kebijakan reformasi struktural di sektor riil untuk mengatasi luka memar dari pandemi Covid-19, mendorong kerja sama antar negara dalam sistem pembayaran digital, mendorong produktivitas dan perluasan ekonomi dan keuangan inklusif, serta koordinasi internasional dalam agenda perpajakan untuk mencapai sistem perpajakan internasional yang adil, berkelanjutan, dan modern.[]

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.
Sumber: Warta Ekonomi