Ekonomi

BI: Ruang Penguatan Rupiah Masih Ada


BI: Ruang Penguatan Rupiah Masih Ada
Teler menghitung uang di Bank Mandiri, Jakarta, Senin (8/6/2020). Pergerakan nilai tukar rupiah berakhir melemah tipis 8 poin atau 0,05 persen ke level Rp13.885 per dolar AS, saat indeks dolar AS terkoreksi 0,1 persen atau 0,098 poin ke posisi 96,839. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengatakan saat ini nilai tukar Rupiah masih berpotensi terus menguat terhadap dolar AS.

"Ruang penguatan Rupiah masih ada, karena secara fundamental masih terlalu murah atau undervalued," ucapnya dalam acara webinar, Jakarta, Kamis (25/6/2020) malam.

Kemudian, kata Destry, ruang penguatan nilai tukar Rupiah juga didukung oleh defisit transaksi berjalan yang diperkirakan masih rendah.

Seperti diketahui, BI sebelumnya memperkirakan defisit transaksi berjalan berada 1,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tahun 2020.

Selain itu, kegiatan ekspor Indonesia saat ini, dinilai BI, mampu memberi sentimen positif terhadap Rupiah.

"Seperti ekspor minyak kepala sawit atau crude palm oil (CPO) yang sudah mulai bangkit kembali," ucap Destry.

Dengan demikian, eksportir sudah mulai menjual dolar AS yang dipegang. Namun, Destry mengaku volume ekspor saat ini masih kecil karena perekonomian Indonesia relatif masih melambat. []