Ekonomi

BI Prediksi Inflasi Oktober 2021 Sebesar 0,08 Persen, Ini Sebabnya!

Bank Indonesia (BI) memperkirakan akan terjadi inflasi sebesar 0,08 persen pada Oktober 2021 berdasarkan Survei Pemantauan Harga (SPH)


BI Prediksi Inflasi Oktober 2021 Sebesar 0,08 Persen, Ini Sebabnya!
Bank Indonesia (BI) memperkirakan akan terjadi inflasi sebesar 0,08 persen pada Oktober 2021. (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO Bank Indonesia (BI) memperkirakan akan terjadi inflasi sebesar 0,08 persen pada Oktober 2021, berdasarkan Survei Pemantauan Harga (SPH) pada minggu kedua dengan perkembangan harga yang terkendali.

Dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (15/10/2021), dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi Oktober 2021 secara tahun kalender sebesar 0,88 persen dan secara tahunan sebesar 1,62 persen.

Dijelaskan bahwa penyumbang utama inflasi Oktober 2021 sampai dengan minggu kedua yaitu komoditas cabai merah sebesar 0,06 persen (month to month/mtm), minyak goreng sebesar 0,02 persen (mtm), cabai rawit, rokok kretek filter dan angkutan udara masing-masing sebesar 0,01 persen (mtm).

Sementara itu, beberapa komoditas mengalami deflasi, antara lain telur ayam ras sebesar 0,03 persen (mtm), tomat sebesar 0,02 persen (mtm), bayam, kangkung, sawi hijau, bawang merah dan emas perhiasan masing-masing sebesar 0,01 persen (mtm).

BI akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.

Selain itu, langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh akan terus dicermati untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, Indonesia mengalami deflasi sebesar 0,04 persen (mtm) pada September 2021, sedangkan tingkat inflasi secara tahunan tercatat mencapai 1,6 persen (yoy) pada bulan lalu dan tingkat inflasi secara tahun kalender (Januari - September) sebesar 0,8 persen.

Sekadar informasi, Bank Indonesia (BI) memperkirakan akan terjadi inflasi 0,01 persen secara bulanan (month to month/mtm) pada perkembangan harga konsumen di September 2021 yang disebabkan pergerakan harga daging ayam ras, minyak goreng, sawi hijau, angkutan udara, hingga rokok kretek filter. Perkiraan tersebut mengacu pada Survei Pemantauan Harga (SPH) hingga pekan kedua September 2021.

“Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi September 2021 secara tahun kalender sebesar 0,85 persen (year to date), dan secara tahunan sebesar 1,65 persen (year on year),” kata Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono melalui keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (10/9/2021).

BI mencatat penyumbang utama inflasi September 2021 hingga pekan kedua yaitu komoditas daging ayam ras sebesar 0,03 persen (mtm), minyak goreng sebesar 0,02 persen (mtm), sawi hijau, bayam, tomat, angkutan udara dan rokok kretek filter masing-masing sebesar 0,01 persen (mtm).

Sementara itu, beberapa komoditas juga mengalami deflasi, antara lain telur ayam ras sebesar 0,06 persen (mtm), bawang merah dan cabai rawit masing-masing sebesar 0,03 persen (mtm), cabai merah sebesar 0,02 persen (mtm) dan bawang putih sebesar 0,01 persen (mtm).[]