Ekonomi

BI Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI, Kenapa Ya?

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan tahun ini.


BI Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI, Kenapa Ya?
Tampak suasana gedung bertingkat di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (8/4/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan tahun ini. Semulanya di kisaran 4,3-5,3 persen menjadi 4,1-5,1 persen.

Menurutnya, penurunan proyeksi ini dipengaruhi oleh perbaikan konsumsi swasta sebagaimana tercermin pada indikator ekspektasi konsumen dan penjualan eceran sampai dengan bulan Maret 2021 yang cenderung terbatas.

Hal ini sejalan dengan masih terbatasnya mobilitas masyarakat di tengah upaya pemerintah yang terus melakukan akselerasi program vaksinasi nasional.

“Dengan perkembangan tersebut, Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan tahun 2021 akan berada pada kisaran 4,1-5,1 persen,” katanya dalam konferensi pers secara virtual, Jakarta, Selasa (20/4/2021).

Meski demikian, lanjut Perry, kinerja ekspor diprakirakan terus membaik, lebih tinggi dari proyeksi awal tahun, terutama didorong oleh komoditas CPO, bijih logam, pulp and waste paper, serta kendaraan bermotor dan besi baja.

Peningkatan ekspor tersebut ditopang oleh kenaikan permintaan dari negara mitra dagang utama, khususnya China.

Secara spasial, kinerja ekspor yang membaik terjadi di wilayah Jawa dan Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua). Stimulus fiskal Pemerintah dalam bentuk bantuan sosial, belanja barang dan belanja modal juga terus meningkat lebih tinggi dari perkiraan. 

Ke depan, perbaikan ekonomi domestik diperkirakan akan semakin membaik didukung oleh perbaikan kinerja ekspor, berlanjutnya stimulus fiskal, dan perbaikan investasi sebagaimana tercermin pada PMI manufaktur yang terus meningkat.

Tak hanya itu, implementasi vaksinasi dan disiplin dalam penerapan protokol Covid-19 tetap diperlukan untuk mendukung percepatan perbaikan permintaan domestik. []

Dhera Arizona Pratiwi

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu