Ekonomi

BI Klaim Tingkat Literasi Ekonomi Syariah Meroket 20,1 Persen

Perry Warjiyo mengatakan bahwa tingkat literasi masyarakat terhadap ekonomi syariah meningkat dari 16,3 persen menjadi 20,1 persen pada 2021


BI Klaim Tingkat Literasi Ekonomi Syariah Meroket 20,1 Persen
Ekonomi syariah (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan bahwa tingkat literasi masyarakat terhadap ekonomi syariah meningkat dari 16,3 persen menjadi 20,1 persen pada 2021.

"Sebagai hasil edukasi yang luas dan berjamaah, hasil survei tahun ini menunjukkan peningkatan tingkat literasi masyarakat terhadap ekonomi syariah, yakni meningkat dari 16,3 persen menjadi 20,1 persen," tutur Perry dalam laporan pada Opening Ceremony Indonesia Sharia Economics Festival (ISEF) 2021 yang dipantau di Jakarta, Rabu (27/10/2021).

Perry Warjiyo juga menyampaikan bahwa berdasarkan Halal Marketing Report 2021, perdagangan internasional produk industri halal Indonesia memiliki potensi hingga 5,1 miliar dolar AS per tahun.

Dilansir dari Antara, ia pun menyampaikan bahwa pemerintah melalui Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) telah menyusun kerangka riset ekonomi dan keuangan syariah.

Di samping itu Global, Islamic Financial Report (GIFR) 2021 juga telah diterbitkan bekerja sama dengan Institute of Islamic Finance (IIF) Cambridge.

Perry Warjiyo mengatakan bahwa pemerintah akan terus mengembangkan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah antara lain melalui ISEF yang diselenggarakan setiap tahun.

Road to ISEF 2021 pun telah dilaksanakan beriringan dengan Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) dengan rangkaian kegiatan berupa webinar nasional maupun internasional, business matching, showcase internasional, dan pameran.

"Acara ini berjalan sukses, sampai Oktober 2021 telah diikuti lebih sari 151 ribu peserta dengan kesepakatan bisnis mencapai Rp7,81 triliun, yang termasuk hasil lelang wakaf produktif," ucap Perry.

Dalam ISEF 2021 yang bertaraf internasional, menurut dia, akan dilaksanakan musyawarah kerja nasional (murkenas) Himpunan Ekonomi dan Bisnis Pesantren (Hebitren), perluasan sertifikasi halal, peningkatan gaya hidup halal, hingga wisata internasional.

Sementara itu, di bidang Keuangan syariah, ia mengatakan konferensi Keuangan internasional dan Islamic Economic Education Summit juga akan dilaksanakan.

"Semakin banyak lembaga, asosiasi, dan berbagai pihak nasional dan internasional berjamaah dalam mensukseskan ISEF. Kami mengapresiasi 16 anggota KNEKS, kementerian dan lembaga, serta mitra strategis kami," pungkasnya. 

Sekadar informasi, Indonesia termasuk negara yang memiliki jumlah penduduk muslim terbesar di dunia sekitar 87 persen dari penduduknya beragama Islam dengan potensi pasar global, dan domestik yang besar Indonesia bercita-cita menjadi pemain utama dalam bidang ekonomi dan keuangan syariah.

Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyampaikan bahwa berdasarkan The State of The Global Islamic Economy Report tahun 2020-2021 telah memposisikan Indonesia pada peringkat ekonomi syariah di peringkat keempat dunia atau naik peringkat dari peringkat kelima pada tahun sebelumnya tahun 2019 dan peringkat ke-9 pada tahun 2018.

Begitu juga dengan industri keuangan syariah Indonesia, laporan Islamic Finance Index menyebut dari 42 negara yang disurvei terkait keuangan syariah, Indonesia menempati posisi kedua dengan skor 82,01 setelah Malaysia.[]