Ekonomi

BI Gencar Perluas Kerjasama Mata Uang Lokal dengan Negara Asia Tenggara

BI akan memperluas kerja sama penerapan Local Currency Settlement dengan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara


BI Gencar Perluas Kerjasama Mata Uang Lokal dengan Negara Asia Tenggara
Direktur Eksekutif Kepala Departemen Internasional BI Doddy Zulverdi dalam webinar “Dampak Penerapan LCS Diperluas, Bagaimana Nasib Rupiah?” yang dipantau Akurat.co secara virtual, Kamis (23/9/2021) (AKURAT. CO/Atikah Umiyani )

AKURAT.CO, Bank Indonesia (BI) akan memperluas kerja sama penerapan Local Currency Settlement (LCS) dengan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara.

“Penerapan LCS akan terus kami kembangkan terutama di kawasan karena banyak mitra aktivitas perekonomian kita di kawasan. Jadi kita akan berfokus di kawasan,” jelas Direktur Eksekutif Kepala Departemen Internasional BI Doddy Zulverdi dalam webinar “Dampak Penerapan LCS Diperluas, Bagaimana Nasib Rupiah?” yang dipantau Akurat.co secara virtual, Kamis (23/9/2021). 

Kendati demikian, ia tidak menyebutkan secara rinci negara mana yang selanjutnya akan diajak kerja sama oleh BI untuk menerapkan LCS. Doddy menyebut pihaknya akan mengutamakan negara di kawasan Asia Tenggara yang menjadi mitra dagang dan investasi utama Indonesia.

“ Sejauh ini yang kita lihat kan ini resiprokal, jadi tidak mungkin kita melakukan kerja sama dengan negara yang merasa tidak perlu,” imbuhnya.

Ia mengapresiasi pada kesepakatan kerja sama yang terjalin sebelumnya dengan China dan Jepang yang disambut baik oleh kedua negara tersebut. Padahal kedua negara tersebut telah memiliki mata uang yang kuat.

Katanya, ke depan Indonesia akan memperkuat penerapan LCS dengan kedua negara tersebut, beserta Malaysia dan Thailand yang telah menyepakati kerja sama.

“ Kita akan terus memperkuat karena potensinya masih banyak. Dengan Jepang, transaksi dengan LCS masih kurang dari 5% dari total perdagangan. Dengan Malaysia dan Thailand juga masih empat dan lima persen, tapi trennya meningkat terus,” paparnya.

Adapun pada semester I 2021 porsi penggunaan LCS dalam transaksi perdagangan antara Indonesia dengan Malaysia mencapai 2,8%, dengan Thailand mencapai 0,8%, dan dengan Jepang sudah mencapai 3,4%.

Sementara itu, Doddy belum memiliki data penerapan LCS dalam aktivitas perdagangan dan investasi antara Indonesia dengan China karena kerja sama penerapan LCS kedua negara baru dimulai pada 6 September 2021 kemarin.