Ekonomi

BI Catat Nilai Transaksi Uang Elektronik Per Oktober Capai Rp29,23 Triliun

BI mencatat nilai transaksi ekonomi menggunakan uang elektronik pada Oktober 2021 telah mencapai Rp29,23 triliun


BI Catat Nilai Transaksi Uang Elektronik Per Oktober Capai Rp29,23 Triliun
Suasana gedung Bank Indonesia di Jakarta Pusat, Rabu (14/8/2019). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Bank Indonesia (BI) mencatat nilai transaksi ekonomi menggunakan uang elektronik pada Oktober 2021 telah mencapai Rp29,23 triliun atau tumbuh 55,54% (yoy) dibandingkan periode sama tahun lalu.

Gubernur BI Perry Warjiyo dalam jumpa pers virtual RDG di Jakarta, Kamis (18/11/2021) mengatakan kenaikan itu juga disertai nilai transaksi digital banking yang mencapai Rp3.910,25 triliun atau tumbuh 63,31% (yoy).

"Transaksi ekonomi dan keuangan digital tumbuh pesat seiring meningkatnya akseptasi dan preferensi masyarakat untuk berbelanja daring, perluasan dan kemudahan sistem pembayaran digital, serta akselerasi digital banking," katanya (18/11/2021).

Ia juga memaparkan nilai transaksi pembayaran non tunai menggunakan kartu ATM, kartu debet, dan kartu kredit telah mencapai Rp664,26 triliun atau tumbuh 6,37% (yoy).

Pencapaian ini, lanjut Perry, juga diperkuat dengan perluasan ekosistem QRIS yang telah melampaui target tahun 2021 dan mencapai 12,5 juta merchant pada pertengahan November 2021.

"Pencapaian tersebut merupakan hasil kolaborasi dan sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah, Kementerian/Lembaga, asosiasi/organisasi dan industri, serta seluruh elemen masyarakat," katanya dilansir dari Antara.

Perry memastikan BI akan terus melakukan akselerasi program-program digitalisasi sesuai BSPI 2025 untuk integrasi ekonomi keuangan digital dan inklusi ekonomi keuangan, serta mendukung pemulihan ekonomi nasional.

Sementara itu, pada sisi uang tunai, Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) pada Oktober 2021 telah mencapai Rp854,3 triliun atau meningkat 5,9 persen (yoy) dibandingkan periode sama 2020.

"Bank Indonesia juga terus memastikan ketersediaan uang di seluruh wilayah Indonesia, serta melakukan digitalisasi pengelolaan uang Rupiah dan edukasi Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah," kata Perry.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyebutkan nilai transaksi uang elektronik mencapai Rp21,4 triliun pada Maret 2021 atau tumbuh 42,46 persen (yoy). Perry menyatakan realisasi tersebut mencerminkan peningkatan akseptasi dan preferensi masyarakat untuk berbelanja daring, meluasnya pembayaran digital dan akselerasi digital banking.

“Transaksi ekonomi dan keuangan digital terus tumbuh tinggi,” katanya dalam jumpa pers virtual di Jakarta, Selasa (20/4/2021).

Sementara itu, volume transaksi digital banking juga terus meningkat yaitu pada Maret 2021 tumbuh 42,47 persen (yoy) mencapai 553,6 juta transaksi dengan nilai transaksi yang tumbuh 26,44 persen (yoy) mencapai Rp3.025,6 triliun.

Kemudian, nilai transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM, kartu debit, dan kartu kredit pada Maret 2021 turut tercatat tumbuh 9,58 persen (yoy) yaitu Rp668,7 triliun.[]