Ekonomi

BI: Penurunan SBDK Tak Sedalam Suku Bunga Acuan

Meskipun diakui oleh BI, respon penurunan suku bunga kredit atas penurunan suku bunga acuan hanya sekitar 70-80 bps.


BI: Penurunan SBDK Tak Sedalam Suku Bunga Acuan
Suasana gedung Bank Indonesia di Jakarta Pusat, Rabu (14/8/2019). Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan, Bank Indonesia memiliki beberapa instrumen termasuk yang sifatnya hedging instrumen seperti Domestic Non Delivery Forward (DNDF). Instrumen transaksi DNDF ini memberikan alternatif lindung nilai bagi pelaku pasar, sehingga mengurangi demand di pasar spot. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Sejak merebaknya pandemi Covid-19, bank sentral telah menurunkan suku bunga acuan sebesar 150 basis points (bps) atau 1,5 persen, ke level terendah sepanjang sejarah 3,5 persen.

Terkait kebijakan ini, Bank Indonesia (BI) menyatakan, sektor perbankan telah merespons rendahnya suku bunga acuan BI-7 Days Reverse Repo Rate, dengan melakukan penyesuian terhadap suku bunga dasar kredit (SBDK).

Meskipun diakui oleh BI, respon penurunan suku bunga kredit atas penurunan suku bunga acuan hanya sekitar 70-80 bps.

“Kalau kita lihat dari suku bunga perbankan, kita juga melihat terjadi penurunan meskipun tentunya dalam speed yang tidak sedalam penurunan policy rate-nya. Sementara suku bunga deposito satu bulan ini sudah turun hampir pada kisaran yang kurang lebih sama dengan suku bunga policy rate BI,” kata Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo dalam webinar Akurat.co bertema “Menakar Efektivitas Stimulus dalam Mengungkit Perekonomian di Masa Pandemi”, Jakarta, Selasa (4/5/2021).

Doddy menjelaskan, antara suku bunga dasar kredit dengan kebijakan suku bunga acuan BI sudah turun kurang lebih ke kisaran 3,9 hingga 4 persen dari sebelumnya dikisaran 4,25 persen.

Artinya, lanjut Doddy, hanya dalam waktu dua bulan saja suku bunga dasar kredit perbankan juga sudah diturunkan.

Sehingga dengan penurunan suku bunga dasar kredit akan memberikan selisih terhadap suku bunga deposito yang tadinya dikisaran 10 persen sekarang bertahap turun ke 9 persen.

Dengan kondisi ini, Doddy menilai sudah saatnya para pelaku usaha maupun korporasi untuk mulai melakukan pinjaman di perbankan.

“Jadi artinya ini positif. Sehingga harusnya kalau dalam suku bunga dasar kredit yang turun ini tentunya akan memberikan insentif kepada borrowers terhadap pelaku maupun korporasi untuk memulai start berpikir untuk melakukan pinjaman pada perbankan,” tambahnya. []

Dhera Arizona Pratiwi

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu