News

Bhutan Sambut Kembali Turis Asing sejak Pandemi Covid-19, Tarifnya Naik 3 Kali Lipat!

Turis asing dikenakan biaya Rp2,9 juta per orang per malam, naik dari Rp970 ribu yang telah dibebankan selama 3 dekade.


Bhutan Sambut Kembali Turis Asing sejak Pandemi Covid-19, Tarifnya Naik 3 Kali Lipat!
Dewan Pariwisata Bhutan akhirnya mengumumkan pada Kamis (30/6) bahwa wisatawan akan diizinkan masuk mulai 23 September. (REUTERS)

AKURAT.CO Untuk pertama kalinya sejak pandemi dimulai 2 tahun lalu, Bhutan akan dibuka kembali bagi wisatawan internasional mulai September. Kerajaan kecil di Himalaya itu berupaya menghidupkan kembali ekonominya.

Dilansir dari Reuters, negara yang diapit China dan India ini bertindak ekstrem dengan melarang pariwisata pada Maret 2020 ketika kasus Covid-19 pertama terdeteksi di sana. Padahal, sektor tersebut merupakan sumber pendapatan utama.

Berpenduduk kurang dari 800 ribu jiwa, kerajaan ini telah melaporkan kurang dari 60 ribu infeksi dan hanya 21 kematian. Sementara itu, ekonomi USD 3 miliarnya (Rp44 triliun) berkontraksi dalam 2 tahun fiskal terakhir, sehingga mendorong lebih banyak orang ke jurang kemiskinan.

baca juga:

Dewan Pariwisata Bhutan akhirnya mengumumkan pada Kamis (30/6) bahwa wisatawan akan diizinkan masuk mulai 23 September. Namun, mereka akan dikenakan Biaya Pembangunan Berkelanjutan USD 200 (Rp2,9 juta) per turis per malam, naik dari USD 65 (Rp970 ribu) yang dibebankan selama 3 dekade. Menurut otoritas, biaya baru ini akan mengimbangi dampak karbon wisatawan.

"Berkat Covid-19, kami dapat mengatur ulang untuk memikirkan kembali bagaimana sektor ini dapat terstruktur dan beroperasi dengan baik, sambil menjaga jejak karbon tetap rendah," ungkap Tandi Dorji, ketua TCB dan menteri luar negeri Bhutan.

Menurut otoritas, Bhutan telah merevisi standar untuk penyedia layanan, seperti hotel, pemandu, operatur tur, dan sopir.

Pariwisata memberdayakan 50 ribu pekerja dan menyumbang rata-rata pendapatan tahunan sekitar USD 84 juta (Rp1,2 triliun) sebelum pandemi dalam valuta asing langsung. Ketika dibuka untuk turis kelas atas pada 1974, Bhutan menerima 300 pelancong. Jumlahnya melonjak menjadi 315.600 pada 2019, naik 15,1 persen dari tahun sebelumnya, menurut data TCB.

Menurut operatur tur, pelancong akan bebas memilih operator mereka sendiri dan merencanakan perjalanan. Sebelumnya, mereka hanya dapat memilih dari paket yang ditawarkan oleh operator mereka.

Menjalankan perusahaan Always Bhutan Travel di ibu kota Thimphu, Sangay Phuntso yakin biaya tersebut tak menghalangi para pelancong yang lebih kaya untuk berkunjung.

"Mereka yang lebih mampu dipersilakan datang. Kami antusias," ucapnya. []