News

Bharada E Penuhi Syarat Justice Collaborator, LPSK Beri Perlindungan Darurat

Bharada E Penuhi Syarat Justice Collaborator,  LPSK Beri Perlindungan Darurat
Ajudan Irjen Pol Ferdy Sambo, Bhayangkara Dua Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E (kiri). (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

AKURAT.CO, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyatakan Bhayangkara Dua Richard Elizer atau Bharada E memenuhi persyaratan untuk diberikan perlindungan darurat sebagai justice collaborator.

Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Hasto Atmojo Saroso menerangkan, ada dua syarat agar perlindungan darurat diberikan pihaknya. Pertama, pemohon mengalami ancaman jiwa saat menjalani satu tindak pidana. Kedua pemohon membutuhkan perlindungan secepat mungkin dari setiap proses penegakan hukum yang dijalaninya.

Hasto mengatakan, perlindungan darurat kepada Bharada E diberikan sementara. Hal ini karena keputusan perlindungan secara menyeluruh baru bisa diputuskan pada rapat paripurna pimpinan KPK yang rencana digelar pada Senin mendatang.

baca juga:

“LPSK melakukan penebalan dengan menempatkan tenaga pengawalan 24 jam di Bareskrim,” kata Hasto dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (13/8/2022).

“Setiap yang terjadi yang harus dijalani Bharada E, LPSK memantau 24 jam,” imbuhnya.

Bharada E merupakan satu dari empat tersangka pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J. Ketiga tersangka lainnya yakni Bripka Ricky, KM, dan mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.

Keempat tersangka dijerat Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55, 56 KUHP dengan ancaman maksimal hukuman mati, penjara seumur hidup atau penjara selama-lamanya 20 tahun.[]