News

Bestari Sebut Gembong Nyinyiri Anies Gegara Namanya Tidak Masuk Bursa Cagub

Bestari menilai pernyataan Gembong itu tak lebih dari sekedar nyinyir.


Bestari Sebut Gembong Nyinyiri Anies Gegara Namanya Tidak Masuk Bursa Cagub
Politisi NasDem, Bestari Barus. (AKURAT.CO/Yohanes Antonius)

AKURAT.CO, Pernyataan Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono yang menilai lawatan kerja Anies Baswedan ke sejumlah negara Eropa sebagai pelesiran di akhir masa jabatan dikritik politisi Nasdem Bestari Barus.

Bestari menilai pernyataan Gembong itu tak lebih dari sekedar nyinyir.

"Gembong kembali nyinyir lagi. Mungkin Gembong sedang membangun eksistensi agar bisa masuk bursa calon gubernur DKI, karena sampai saat ini belum pernah muncul namanya untuk sekedar diwacanakan oleh internalnya," kata mantan Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI itu, Kamis (12/5/2022). 

baca juga:

Menurut dia, alasan Gembong yang menyebut tak tahu persis agenda kerja Anies ke sejumlah negara di Eropa itu terkesan mengada-ada. Padahal, kata dia, sebagai anggota DPRD DKI, Gembong adalah mitra Gubernur DKI Jakarta. 

"Alasan tidak tahu apa yang jadi agenda gubernur yang notabene adalah mitranya, sepertinya hanyalah alasan dibuat-buat bisa dong bertanya ke Gubernur," katanya. 

Bestari bahkan mengajukan diri sebagai tempat bertanya, bila memang politisi PDIP itu malas bertanya kepada gubernur. Bestari mengaku bisa menjelaskan kepada Gembong apa saja agenda Anies dalam lawatan kerjanya itu. 

"Atau kalau malas bertanya kepada gubernur langsung, boleh aja bertanya kepada saya supaya saya bisa jelaskan Gubernur DKI apa saja agendanya," katanya.

Bestari menyindir balik Gembong. Kata dia, sikap masyarakat wong cilik di Jakarta sebenarnya sudah bosan dengan nyinyiran Gembong kepada Gubernur Anies Baswedan. 

"Wong cilik Jakarta sudah bosan dengan kenyinyiran yang nggak penting," ungkapnya. 

Sebelumnya diberitakan, Ketua Fraksi PDIP DPRD Jakarta, Gembong Warsono mengritik Gubernur Anies Baswedan yang melakukan perjalanan keliling tiga negara Eropa. Gembong menyebut kegiatan itu hanyalah jalan-jalan di akhir jabatan.

Gembong menilai Anies hanya jalan-jalan karena tidak tahu secara rinci apa saja kegiatan Anies selama di luar negeri. Namun, dari informasi yang ia dapat, tidak ada hal mendesak yang perlu dilakukan hingga perjalanan ini perlu dilakukan.[]